50% Suara Agus-Sylvi Diyakini ke Ahok-Djarot

Putri Anisa Yuliani - 17 Februari 2017 16:11 wib
 Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat (kiri) berbincang sebelum konferensi pers yang dipimpin Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./aww/17.
Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat (kiri) berbincang sebelum konferensi pers yang dipimpin Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./aww/17.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai NasDem Johnny G. Plate meyakini separuh dari perolehan suara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni beralih ke calon nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat. Menurut dia, pemilih Agus-Sylvi rasional dalam menentukan pilihan.

Jika rasionalitas yang menjadi dasar, kinerja calon petahana yang telah terbukti akan menjadi pertimbangan dan membuat suara beralih ke petahanan. "Paling tidak separuhnya. Meskipun sebagian pemilih memilih AHY dan Sylvi karena loyal kepada Pak SBY, tapi saya pikir mereka pemilih yang rasional juga," kata Johnny kepada Media Indonesia, Jumat 17 Februari 2017.

Jika perolehan suara Ahok-Djarot stabil hingga putaran kedua, ditambah separuh perolehan suara Agus-Sylvi, menurut Johnny, sudah cukup untuk Ahok-Djarot memenangkan putaran kedua Pilkada DKI.

Menurut perhitungan cepat lembaga survei, Ahok-Djarot berhasil meraih 43% suara pada putaran pertama. Sedangkan pasangan Agus-Sylvi memperoleh sekira 16%-17%.

"Beda dengan pasangan calon nomor 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, mereka lebih berat karena harus mengumpulkan 10% lebih," tukas Johnny.

Untuk peta koalisi, Johnny mengatakan Partai NasDem telah berkomunikasi dengan tiga parpol pendukung Agus-Sylvi yakni PPP, PAN, dan PKB. Johnny melakukan lobi politik khusus dengan ketiga parpol itu agar kebijakan di DKI dan di pusat bisa berjalan beriringan.

"Di pusat ketiga parpol itu adalah pendukung pemerintah. Karena itu, mari kembali ke barisan pendukung," tukasnya.

Dalam berkonsolidasi, Johnny mengingatkan agar parpol dapat membangun keharmonisan sampai di tingkat DPRD DKI. Menurutnya, jika partai pendukung pemerintah, termasuk yang di tingkat DKI, bergabung, akan mengharmonisasikan pemerintahan DKI ketika Ahok-Djarot memimpin.

"Seperti di pusat, parpol pendukung di DPR kompak menolak angket. Saya harap ini bisa menjadi cermin representatif di DKI juga agar antara DPRD dan eksekutif bisa harmonis nantinya," tandasnya.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB DKI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-04-2017