PPP Sebut Penolak Djarot-Sihar Buzzer Politik

Whisnu Mardiansyah - 12 Januari 2018 10:49 wib
Asrul Sani--Antara/Reno Esnir
Asrul Sani--Antara/Reno Esnir

Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menganggap wajar ada penolakan di internal perihal duet Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus. Mereka yang menolak adalah buzzer politik. 

"Kita harus fair juga kepada kaum nyinyir, ini buzzer," kata Arsul di komplek parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Januari 2018.

Para buzzer mempersoalkan dukungan PPP kepada Djarot-Sihar lantaran Sihar non-muslim. Padahal, duet model seperti itu wajar. Menurut Asrul, partai berbasis Islam lain, seperti PAN.  

"Saya kira biasalah dalam proses internal di Parpol. Semua jajaran internal maupun eksternal," ujar Arsul.

Baca: Kader PPP Sumut Diminta Solid
 
Arsul menjelaskan dukungan PPP terhadap Djarot-Sihar bukan tanpa alasan. Satu sisi, PPP sebagai partai berbasis Islam ingin menunjukkan perspektif kebangsaan. Namun, tak meninggalkan prinsip memilih pemimpin dalam Islam.

"Tetapi bahwa apa wakilnya non-muslim itu tunjukan perspektif kebangsaan. Bahwa 32 persen warga Sumut itu non-muslim. Itu juga harus jadi pertimbangan," jelas Arsul.

Sebelumnya, sejumlah kader PPP Sumut merobek dan membakar gambar Ketua DPP PPP Romahurmuziy, Rabu 10 Januari 2018. Mereka memprotes dukungan yang diberikan DPP mendukung Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus pada Pilgub Sumut.

Ketua DPC PPP Langkat, Rahmat Rinaldi mengatakan para pengurus DPC di Sumut menolak untuk mendukung Djarot-Sihar pada Pilgub Sumut 2018.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PPP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018