PDI Perjuangan Pertimbangkan Pengaruh NU di Pilgub Jatim

Intan fauzi - 01 September 2017 06:17 wib
Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan (kiri) dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan). MTVN-Intan Fauzi.jpeg
Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan (kiri) dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan). MTVN-Intan Fauzi.jpeg

Metrotvnews.com, Jakarta: PDI Perjuangan menghargai peta historis di Jawa Timur dalam menentukan dukungan di pemilihan gubernur Jawa Timur. Pengaruh Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim pun dinilai cukup kuat.

"Sudah sangat jelas peta historis kulturalnya, kami respek dengan kesejarahan dari NU yang menjadi penompang utama terhadap Pancasila, NKRI," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis 31 Agustus 2017.

Di daerah lain seperti Yogyakarta, PDI Perjuangan juga mempertimbangkan hal serupa. Mereka berdialog secara intensif dengan Muhammadiyah, mengingat pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan berasal dari Kota Gudeg itu. 

"Sehingga proses kultural dan historis menjadi pertimbangan yang penting," ujar dia.

Pada awal September ini, lanjut Hasto, PDI Perjuangan menugaskan Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah yang mewakili Jatim, untuk bertemu dengan tokoh NU. "Agar finalisasi dengan calon gubernur segera kami lakukan," ucap Hasto.

Seperti diketahui, Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU sekaligus Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa gencar diisukan maju kembali di Pilgub Jatim. Dukungan PDI Perjuangan untuk Khofifah bukan yang pertama. Pada pilgub Jatim 2008, PDI Perjuangan juga mengusung Khofifah.

Namun, Hasto belum mau memastikan apakah figur yang akan diusung di pilkada Jatim adalah Khofifah. "Ya nanti lihat. Namanya strategi harus ada momentumnya," tambah Hasto.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB JATIM 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 22-09-2017