6.296 Guru Siap Mengajar 10 Tahun di Daerah Tertinggal

Media Indonesia - 13 September 2017 06:58 wib
Upacara pelepasan Guru Garis Depan (GGD) di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (25/5/2015). Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Upacara pelepasan Guru Garis Depan (GGD) di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (25/5/2015). Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melepas 6.296 guru garis depan (GGD). Ribuan guru itu akan ditugaskan mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Hari ini, kami melepas sebanyak 6.296 GGD. Mereka akan mengajar di daerah 3T," ujar Muhadjir di Jakarta, kemarin.

Mendikbud menyebut para guru GGD itu layaknya pasukan khusus militer. Kuota awal dari GGD itu sebanyak 7.000 guru, tetapi yang lulus hanya 6.296.

Sebanyak 5.897 guru sudah menerima surat keputusan. Para guru itu akan mengabdi di daerah penempatan minimal 10 tahun.

Seorang guru GGD asal Makassar, Muhammad Azhar, menyatakan siap mengabdi di daerah penempatan meskipun serbakekurangan. Azhar ditempatkan di SMPN 1 Sawiyat, Sorong Selatan, Papua Barat.

"Di Papua, guru yang mengajar di desa hanya ada 1-2 orang. Kalau di kota banyak. Sekolah sangat membutuhkan guru, makanya saya memilih penempatan Papua karena kasihan dengan anak-anak di sana," kata Azhar.


(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017