Hotel Zamzam Pullman Tolak Katering dari Luar

Siswantini Suryandari - 12 September 2017 10:41 wib
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin saat meninjau dapur di Makkah beberapa waktu lalu. Foto: MI/Siswantini
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin saat meninjau dapur di Makkah beberapa waktu lalu. Foto: MI/Siswantini

Metrotvnews.com, Madinah: Persoalan penolakan masuknya katering dari luar ke Hotel Zamzam Pullman Madinah belum ada titik terang. Hingga kemarin, pihak hotel belum berubah pikiran dan tetap kukuh katering yang telah dikontrak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Daker Madinah, dilarang melayani jemaah haji Indonesia gelombang II.

Kasie Katering Iin Kurniawati Hamidah menjelaskan, dari hasil pertemuan dengan majmuah (asosiasi hotel) di Madinah, diungkapkan bahwa pihak hotel akan menyediakan makanan Indonesia senilai SAR34, asalkan uang makan jemaah sebesar SAR12 per pax diserahkan ke Pulman.

"Pihak Pullman akan memberikan kompensasi SAR5 kepada pihak katering. Saya menolak usulan itu karena PPIH sudah mengontrak 13 perusahaan katering untuk menyediakan makan untuk para jemaah haji mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam," kata Iin saat ditemui di Daker Madinah, Senin 11 September 2017.

Ia pun sudah meminta semua katering tetap memasak dan siap mengantarkan jatah makan jemaah haji Indonesia yang menginap di Hotel Zamzam Pullman. "Karena sesuai kontrak mereka harus melayani jemaah haji dengan mendistribusikan makanan ke masing-masing hotel, termasuk hotel Pullman," jelasnya.

Ada 8 perusahaan katering yang akan melayani jemaah dari 10 kloter yang tinggal di Pullman. Bila pada hari H Pullman masih bersikukuh, pihaknya akan memanggil Kementerian Haji dan Baladiyah (Dinas Kebersihan) untuk ikut membantu PPIH Arab Saudi agar katering bisa masuk ke Pullman.

Baca: Obrolan Menag dan Jemaah soal Katering

Pada kesempatan sama, Kasie Perumahan Daker Madinah, Ihsan Faisal, membenarkan bahwa sampai sekarang pihak hotel masih bersikeras menolak katering dari luar.

"Kasus serupa pernah terjadi pada gelombang I saat hotel Sazaa Al Madinah menolah katering tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Akhirnya, kami memanggil Kementerian Haji, Baladiyah. Pihak hotel akhirnya menyetujui katering masuk lewat basement dan langsung menuju kamar-kamar jemaah," ujar Ihsan.

Pemanggilan Dinas Kesehatan akan dilakukan apabila hasil nego menemui jalan buntu. "Tapi kami akan terus mendesak majmuah agar hotel tersebut tunduk pada peraturan," ujarnya.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HAJI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017