Jumlah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa Belum Dapat Dipastikan

Intan fauzi - 19 Mei 2017 23:28 wib
Ilustrasi kebakaran kapal. Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Ilustrasi kebakaran kapal. Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebakaran melanda Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa I jurusan Surabaya-Makassar di perairan Pulau Masalembu petang tadi. Tim gabungan masih berusaha mengevakuasi korban.

Petugas Syahbandar Pulau Masalembu, Mamat mengatakan, hingga pukul 22.30 WIB sudah 50 orang yang dievakuasi. Mereka dibawa ke terminal Syahbandar Masalembu.

"Kita angkut semua, yang sakit dibawa ke Puskesmas," kata Mamat saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 19 Mei 2017.

Mamat belum dapat memastikan jumlah korban yang ada. Saat ini pun api belum sepenuhnya padam.

Menurut Mamat, kemungkinan korban tewas ada dalam peristiwa tersebut masih berupa indikasi. Jumlah korban sebenarnya belum dapat dipastikan.

"Sampai saat ini belum ada laporan itu (korban jiwa). Tapi kami lihat dan tanya penumpang yang selamat, indikasinya ada. Tapi mudah-mudahan selamat semua," ungkap Mamat.

Sebelumnya, KM Mutiara Sentosa I terbakar di saat berada di Posisi 05°33.01 S – 114° 34.25 E atau 3 NM timur laut Pulau Masalembu. Kapal itu ditumpangi 44 anak buah kapal (ABK) dan 134 penumpang. Proses evakuasi dilakukan oleh tim dari syahbandar, kepolisian, TNI Angkatan Darat, Basarnas Surabaya, Puskesmas setempat, dan masyarakat nelayan sekitar.

Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, titik kebakaran KM Mutiara Sentosa I berawal dari CarDeck. Api tak mampu dipadamkan oleh alat pemadan api ringan (Apar) dan alat penyiram air (sprinkler).

KM Meratus Makassar sedang merapat untuk mengevakuasi penumpang. Sedangkan tim SAR Surabaya mengerahkan KN SAR 225 Surabaya menuju lokasi.

Adapun data muatan kendaraan, antara lain: Golongan II empat buah, Golongan III 14 buah, Golongan IV 15 buah, Golongan V 45 buah, Golongan VI sembilan buah.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KAPAL TERBAKAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 26-07-2017