Berita Hoax Bisa Hancurkan Peradaban

Nur Azizah - 15 November 2017 08:00 wib
DOK: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya
DOK: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya

Jakarta: Semakin hari informasi hoax atau fitnah sulit dibendung. Bahkan, tak jarang masyarakat terkecoh dan menjadi korban berita hoax.

Menanggapi fenomena tersebut, Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra meminta masyarakat lebih hati-hati dan teliti dalam menerima informasi. Sebab, hoax dan adu domba bisa menghancurkan peradaban.

"Terlebih jika adu domba tersebut dibungkus menggunakan ayat dan hadits untuk melakukan pembenaran atas apa yang dilakukan," kata Azyumardi seperti yang dikutip dari Antara, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

Oleh karena itu, peraih gelar The Commander of the Order of British Empire dari Ratu Elizabeth II itu menegaskan, hoax dan adu domba harus ditangkal. Azyumardi menyarankan agar masyarakat tidak langsung percaya dan meminta penjelasan kepada kiai atau ulama untuk informasi tertentu

"Kiai Haji Nazaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), K.H. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), ataupun kiai-kiai kampung merupakan kiai yang mempunyai kedalaman ilmu agama dan merekalah yang mempunyai otoritas terkait penafsiran suatu ayat maupun hadits," imbuh dia.

Berita hoax dan adu domba yang dapat memecah belah antarperorangan, antarkelompok, institusi bahkan masyarakat dengan pemerintah. Kamajuan teknologi informasi membuat informasi bohong itu tersebar luas dan cepat.

“Untuk itu masyarakat harus dapat mengenali berita hoax dan berita adu domba,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, biasanya berita palsu tidak pernah ada di media arus utama. Isi berita hoax biasanya tidak masuk akal baik itu terhadap pejabat, lembaga, maupun institusi tertentu.

"Saya kira kita semua yang memegang gadget harus hati-hati, kalau ada berita yang ganjil jangan serta merta diviralkan karena akan merusak karena itulah yang diharapkan oleh yang membuat berita adu domba tersebut," pungkasnya.


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HOAX
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017