DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.997.079.228 (24 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sekolah Musik Indonesia Luncurkan "Dunia Kita"

- 14 Juni 2018 16:47 wib
Sejumlah siswa SMK melihat koleksi Museum Musik Indonesia, ANT/Ari Bowo Sucipto
Sejumlah siswa SMK melihat koleksi Museum Musik Indonesia, ANT/Ari Bowo Sucipto

Jakarta:  Sekolah Musik Indonesia (SMI) meluncurkan album perdananya berjudul  "Dunia
Kita" yang berisi tembang-tembang untuk anak-anak usia sekolah.  Peluncuran album anak-anak ini menjadi oase di tengah keringnya produksi lagu anak-anak di Tanah Air.

CEO SMI, Freddy Aryanto menyebutkan, tema "Dunia Kita" menunjukkan tentang kejadian sehari-hari dan imajinasi anak-anak yang seringkali diceritakan kepada teman dan orangtua mereka, bahkan ke orang-orang yang dijumpai di sekitar mereka.  Freddy mengaku cukup prihatin melihat perkembangan musik anak-anak sekarang, di mana anak-anak dipaksa mengonsumsi lagu-lagu dewasa yang secara musikalitas cukup hebat, tetapi secara konten atau lirik sangat tidak pantas untuk anak-anak.

"Hal ini yang menjadi salah satu alasan kami untuk membuat langkah yang benar untuk generasi ini," kata Freddy seperti dilansir oleh Antara, Kamis, 14 Juni 2018.

Dalam album "Dunia Kita" tersebut, terdapat empat murid SMI, yakni Sakti, Tasya, Freya, Joy, dan Keysha yang dipilih untuk membawakan lagu-lagu yang terangkum, seperti "Hati Senang dan Riang" (Sakti), "Ayah Ibu" (Tasya), "Matahari dan Bulan" (Freya), "Warna Warni" (Joy) dan "Dunia Kita"(Keysha).

Freddy menyatakan, alasan lain peluncuran album tersebut adalah saat ini, musik belum menjadi salah satu profesi populer yang diminati orangtua dan anak. Padahal, tambah Freddy,  industri musik kian berkembang di Indonesia dan di dunia berkat kemajuan teknologi dan internet.

Hal ini menciptakan lebih banyak lagi profesi yang ada di dunia Musik. "Oleh sebab itu SMI tergerak untuk membangun pasar di segmen anak-anak melalui SMI TUNE," katanya.

Produser SMI TUNE Dionisius Edo mengatakan melalui program "Belajar Musik Dapet Uang" pihaknya mencoba mengembangkan bakat anak didik dan diarahkan untuk mengenal industri musik, bahkan hasil yang didapat 100 persen.

Sebastianus Yoga selaku produser pelaksana SMI TUNE menambahkan masa kecil adalah masa yang paling rentan. Sehingga sedapat mungkin orangtua dapat menyelami dunia anak-anak supaya perkembangan mereka bertumbuh dengan maksimal.

Menurut dia, seringkali orangtua tidak bisa memahami apa yang ada di pikiran anak-anak, karena mereka memiliki penglihatan yang berbeda dari kita.  "Oleh sebab itu, ada hal-hal yang perlu dipahami orang dewasa agar tidak membatasi imajinasi anak-anak," ujar Yoga.


(CEU)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-10-2018