ITB Siapkan Program Rekonstruksi di Daerah Terdampak Tsunami

Intan Yunelia - 11 Januari 2019 13:43 wib
Anggota TNI membantu pencarian warga yang masih hilang diantara reruntuhan rumah warga di Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan, MI/Susanto.
Anggota TNI membantu pencarian warga yang masih hilang diantara reruntuhan rumah warga di Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan, MI/Susanto.

Jakarta: Institut Teknologi Bandung (ITB) sedang melakukan upaya rekonstruksi dan rehabilitas di beberapa wilayah terdampak tsunami Selat Sunda. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB akan segera menerjunkan relawan ke lokasi untuk menjalankan program tersebut.

Sekretaris LPPM ITB, Irwan Meilano mengatakan, nantinya akan terbagi dengan pengabdian jangka panjang dan jangka pendek. "Jangka pendek, di antaranya akan membuat sanitasi karena kebutuhan air bersih masih diperlukan dan pembuatan hunian sementara atau Huntara," kata Irwan, di Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Sedangkan untuk penyediaan sanitasi, LPPM akan dibantu oleh tim dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Sementara untuk Huntara oleh Prodi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). 

"Lokasi yang akan dijadikan tempat pengabdian masih perlu didiskusikan lebih lanjut, sambil kita memikirkan juga pengabdian dalam jangka menengah," paparnya.

Namun, sebelum mengerahkan relawan, tim Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) sudah lebih dulu dikirim ke lokasi untuk melakukan survei awal.  

KK Petrologi, Vulkanologi dan Geokimia, Mirzam menyebutkan, dalam presentasinya aktifitas Anak Krakatau saat ini kerap kali meningkat saat hari mulai gelap. Anak Krakatau masih mengeluarkan asap erupsi.

"Masyarakat sekitar sering kali mendengar dentuman letusannya," ucap Mirzam.

Baca: IPB Beri Beasiswa Korban Tsunami Selat Sunda

Saat survei lokasi, KK Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Kebijakan, Harkunti beserta tim PPMB menyusuri beberapa pantai di Selat Sunda. Mulai dari Pantai Karang Bolong, Pantai Carita, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Tanjung Jaya, Sumur, Sumber Jaya, Cigorondong, Tamanjaya sampai ke Ujung Jaya.

"Akses menuju selatan dari mulai Sumur ini medannya cukup sulit karena jalannya rusak dan bergelombang," ujar Harkunti.

Sementara itu, lokasi yang paling terparah akibat dampak tsunami Selat Sunda yaitu di Pantai Paniis di Taman Jaya. Dari data yang dipaparkan KK Oseanografi, Hamzah Latief, daerah Sumur yang merupakan daerah selatan dari Banten banyak memakan korban jiwa.

"Ketinggian tsunami berpariasi misalnya di Pantai Karang Bolong tingginya mencapai 2 meter, Pantai Carita 2,5 - 3 meter dan Tanjung Lesung sampai 3,6 meter," terangnya.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TSUNAMI DI SELAT SUNDA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019