DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Lion PK-LQP Diduga Dipaksa Terbang

Arga sumantri - 07 November 2018 11:11 wib
Ilustrasi pesawat Lion Air/MI/Sumaryanto
Ilustrasi pesawat Lion Air/MI/Sumaryanto

Jakarta: Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie menduga pesawat Lion PK-LQP dipaksa terbang. Ia menangkap indikasi itu dari temuan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut pesawat rusak di empat penerbangan terakhir.

"Tentu (diduga) ada tekanan dari pihak manajemen sehingga pesawat tersebut terbang," kata Syarif kepada Medcom.id, Rabu, 7 November 2018.

Baca: Total 184 Kantong Jenazah Korban Lion Air Dievakuasi

Menurut Syarif, pilot tidak akan berani terbang jika pesawat mengalami kerusakan. Pilot diharuskan tahu betul dan memastikan pesawat memang layak terbang.

"Kalau sudah seperti itu, pihak manajemen harus bertanggung jawab. Tidak mungkin pilot menerbangkan pesawat kalau memang sebelumnya sudah diketahuai rusak," jelas Politikus NasDem itu.

Syarif memastikan Komisi V bakal kembali memanggil maskapai dan pihak terkait setelah ada temuan KNKT itu. Pemanggilan dilakukan setelah masa reses.

Baca: Pemerintah Pertimbangkan Pembentukan Mahkamah Penerbangan

Salah satu hasil investigasi KNKT mengungkap sebelum hilang kontak dan jatuh, Lion Air dengan nomor register PK-LQP itu sudah mengalami kerusakan pada empat penerbangan terakhir. Termasuk rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan temuan itu terungkap dari flight data recorder (FDR) pesawat yang telah ditemukan. KNKT menemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat.

"Jadi, pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada istilahnya airspeed indicator," kata Soerjanto dalam konferensi pers, Senin, 5 November 2018.




(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LION AIR JATUH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018