DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Menaker: Dulu Merdeka atau Mati, Sekarang Inovasi atau Mati

Gervin Nathaniel Purba - 14 Maret 2018 17:27 wib
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok Kemenaker)
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok Kemenaker)

Jakarta: Inovasi berperan penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Inovasi menjadi hal yang sulit dielakkan bagi setiap individu, organisasi, kelompok, maupun sebagai bangsa agar tetap bertahan dan berdaya saing. 

"Kalau dahulu orang teriak merdeka atau mati, maka hari ini teriak inovasi atau mati. Kalau tidak inovatif, Anda lewat. Jadi inovasi penting untuk meningkatkan daya saing bangsa, “ ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri dalam acara Learning Innovation Summit 2018, bertajuk Peran Pendidikan Vokasi dalam Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia," yang digelar Ruangguru di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Hanif mengatakan tantangan perkembangan teknologi informasi begitu massif, maka industri tanpa terasa tiba-tiba menjadi tidak relevan dan tidak kompetitif lagi. Karena itu pemerintah terus mendorong industri agar mentransformasikan dari old industri menjadi new industri terkait  perkembangan teknologi informasi yang cepat dan massif tersebut.

“Kalau industrinya dengan perkembangan zaman tak berubah, maka dia akan begitu cepat jadi tidak relevan dan kalah bersaing. Kalau industri tak berubah, maka ada dua hal terjadi, industrial shock, baik bussiness shock atau manpower shock. Mungkin dia bisa bersaing dan survive tapi konsekuensi nya adalah PHK secara massif sehingga menimbulkan instabilitas di perusahaan bahkan instabilitas politik, “ katanya.

Karena itulah, pemerintah terus mendorong agar semua industri melakukan transformasi atau inovasi dari model lama ke model baru. Industri mengalami perubahan, maka pekerjaan pun akan mengalami perubahan. Industri yang menutup diri dipastikan akan kalah bersaing dengan dunia mancanegara.

"Pemerintah terus mendorong industri terus mentransformasi dari old industri menjadi new indsutri. Karenanya, kalau industri tidak berubah maka dia akan cepat kalah bersaingan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terbunuhnya sejumlah pekerjaan akibat perkembangan teknologi informasi, Hanif mengatakan akan bermunculan pula sejumlah peluang pekerjaan baru. Dalam kurun waktu 3,5 sampai 20 tahun ke depan, sudah selayaknya harus disiapkan pemetaan menyangkut sektor pekerjaan yang bakal tumbuh dan menyusut.

“Kami di Kemenaker menyiapkan pemetaan sektor pekerjaan yang akan tumbuh dan menyusul, setelah pekerjaan berubah maka skill juga akan berubah. Saran saya pertimbangkan speed dalam dunia usaha, inovasi," ungkapnya.

Hanif mengajak para anak muda tetap optimistis dan bekerja keras dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat “Kuncinya hari ini ada dua, kerja keras dan inovasi. Kalau anak-anak muda kita mau kerja keras dan inovasi,  maka akan survive di dunia yang penuh perubahan sekarang ini, “ katanya.

Ia menambahkan dibutuhkan peran swasta (ruanguru) dalam meningkatkan kapasitas SDM yakni pengembangan program pelatihan (misalnya kombinasi tatap muka dan pembelajaran jarak jauh) dan penyediaan bahan pembelajaran jarak jauh berbasis aplikasi (e-learning).

Ruangguru  menyelenggarakan konferensi bertaraf internasional bertajuk Learning Innovation Summit 2018 pada 14 Maret, di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka Jakarta. Konferensi ini merupakan konferensi pendidikan pertama dalam skala besar di Indonesia yang berfokus pada penggunaan teknologi untuk kegiatan belajar di sekolah dan korporasi.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENAKER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018