DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Eks Kabais: Program Deradikalisasi BNPT Gagal Total

- 17 Mei 2018 12:53 wib
Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau. (Foto: ANTARA/Retmon)
Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau. (Foto: ANTARA/Retmon)

Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Soleman Ponto menyebut program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gagal. Sederet aksi teror yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu buktinya.

"Teroris kok sepertinya keluar dari mana-mana, ini hal luar biasa yang belum pernah terjadi secara berbondong-bondong. Ini jelas pembuktian bahwa apa yang dilakukan BNPT gagal total,"ungkapnya, dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 17 Mei 2018.

Soleman menilai kemunculan teroris dengan serangan yang bertubi-tubi boleh jadi bukan bagian dari efek domino serangan bom gereja yang dilakukan oleh satu keluarga. Bukan tidak mungkin, kata dia, aksi teror justru berdiri sendiri. 

Ia mengatakan semestinya aksi teror bisa dicegah jika BNPT mampu dengan maksimal mengawasi kelompok-kelompok yang potensial melakukan serangan. 

"Dulu saat saya masih di Bais setiap Januari saya serahkan pemetaan ancaman tahunan termasuk ancaman teroris kepada Panglima TNI. Saya tidak tahu apakah setelah BNPT dibentuk masih dilanjut atau tidak," kata dia.

Soleman menambahkan perkembangan jaringan teroris memang sudah berubah sejak ia tak lagi menjadi bagian intelijen. Jika dulu mereka memiliki pemimpin yang menjadi rujukan, kini siapa pun bisa menjadi teroris hanya berbekal video yang beredar bebas secara daring.

Kasus ledakan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, anak terduga pelaku mengatakan bahwa benar kedua orang tuanya mampu merakit bom hasil belajar dari video-video tersebut.

"Saat masih menjadi Kabais, saya selalu putus jejaring mereka. Ketika satu putus, yang lain tidak jalan. Kerja samanya saya potong, tapi sekarang saya tidak tahu karena kalau dilihat BNPT hanya melakukan deradikalisasi dan hasilnya seperti apa, ini yang kita lihat sekarang," kata dia.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 20-10-2018