DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.144.868.902 (16 AGUSTUS 2018)

Upaya Indonesia dan Singapura Tingkatkan Kerja Sama Diplomatik

Pelangi Karismakristi - 09 Agustus 2018 21:23 wib
Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara (Foto:Dok.KBRI Singapura)
Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara (Foto:Dok.KBRI Singapura)

Jakarta: Perjalanan kerja sama Republik Indonesia dengan Singapura selama setengah abad terakhir, mengalami kemajuan pesat. Ke depan, hubungan diplomatik kedua negara kian ditingkatkan. Terutama pada sektor pariwisata, investasi, perdagangan, digital ekonomi, termasuk pelindungan, ketahanan keamanan, lintas batas negara, dan lainnya. 

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya mengakui bahwa selama lima tahun terakhir, investasi Singapura di Indonesia termasuk yang terbesar. Dia melihat adanya potensi besar yang masih bisa ditingkatkan dari nilai investasi sebelumnya.

"Tahun lalu, investasi Singapura ke Indonesia hampir USD9 miliar. Sekarang kita ingin melebihi apa yang sudah dicapai tahun lalu," tutur Swajaya, dalam program Metro Pagi Prime Time, Kamis, 9 Agustus 2018. 

Selain investasi, kedua negara juga menjalin kerja sama di bidang pariwisata. Swajaya menyebutkan bahwa selama ini, Singapura menduduki urutan kedua wisman yang datang ke Indonesia. Apalagi beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah memperkenalkan Ten New Bali (Sepuluh Bali Baru) kepada Singapura, yakni Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

"Ini juga upaya kita untuk menarik lebih banyak wisatawan bukan cuma orang Singapura saja. Melainkan juga 16 juta wisatawan asing yang datang ke Singapura. Tahun lalu, kita kedatangan 1,7 juta wisatawan Singapura. Kita ingin melebihi angka tersebut dengan memperlihatkan destinasi wisata Indonesia pada rangkaian Rising Merdeka Week 2018," kata dia.

Pada sektor perdagangan, ekspor nonmigas menduduki angka surplus bagi Indonesia. Oleh karena itu, dia ingin meningkatkan kolaborasi tersebut.

"Kita juga ingin meningkatkan bukan hanya Singapura sebagai destinasi akhir, tapi sebagai batu loncatan untuk destinasi yang barangkali sifatnya tradisional bagi kita. Ini akan mendorong peningkatan ekspor ke luar negeri," imbuhnya.

Sedangkan pada sektor digital ekonomi, kini telah dibuka Nongsa Digital Park di Kota Batam. Menurutnya, Nongsa Digital Park ini berfungsi sebagai jembaan antara Singapura dan Indonesia untuk kerja sama di bidang ekonomi digital dengan berbagai provinsi yang ada di Tanah Air. 

"Indonesia memiliki empat dari tujuh teknologi unicorn. Kita ingin tumbuhkan lagi teknologi yang baru di Indonesia. Dalam Rising Merdeka Week ini kita juga membawa gamming industri dari Yogyakarta. Ia merupakan salah satu produsen berbagai film animasi yang masuk ke Hollywood. Kita ingin tunjukkan bahwa ada potensi Indonesia dalam bidang baru yang muncul," tuturnya.


KBRI Singapura Optimalkan Perlindungan terhadap PMI

KBRI Singapura juga tak luput untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sana. Ada dua pokok yang menjadi fokus terkait PMI, yakni diplomasi ekonomi dan perlindungan. 


Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya (Foto:Dok.KBRI Singapura)

"Khusus perlindungan di Singapura, kita sudah beyond protection, artinya kita optimalkan perlindungan bagi para PMI. Tapi sekarang kita juga melangkah ke arah pemberdayaan, kita memberikan keterampilan khusus bagi PMI di Singapura. Beberapa hari yang lalu kita berikan 300 sertifikat untuk PMI di sana, dari bidang packing, barista, coding, dan kursus bahasa Inggris," kata Swajaya.

Dengan pembekalan keterampilan khusus tersebut diharapkan para PMI bisa meningkatkan taraf hidup. KBRI Singapura juga menerapkan smart embassy, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pelayananan pada PMI. 

"Ada sekitar 120 ribu PMI penatalaksana rumah tangga, 30 ribu pelaut di beberapa perusahaan pelayaran berbendera Singapura. Kita juga optimalkan perlindungan bagi mereka," kata Swajaya.

Seperti diketahui, dalam memperingati hubungan diplomatik kedua negara di berbagai sektor, sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan RI dan Singapura yang juga jatuh pada Agustus, maka KBRI Singapura bersama Aimco Pte Ltd (perusahaan Singapura)  dan Metro TV sebagai media partner KBRI Singapura, dengan beragam stakeholders di Indonesia dan Singapura, mengadakan Rising (RI-Singapura) Merdeka Week 2018. Acara berlangsung pada 8-19 Agustus di Mal Paragon, Orchard Road, Singapura.

Rising Merdeka Week 2018 menampilkan berbagai potensi Indonesia kepada warga Singapura dan masyarakat internasional. Event ini akan diisi trunk show dan fashion show, business, networking session, investor gathering dan designers match making, juga akan dilakukan sesi belanja bersama bagi pencinta mode dan diaspora Indonesia di Pop-Up Store Rising Fashion.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KBRI SINGAPURA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Thu , 16-08-2018