Dukun Cabul Dibekuk

Dhaifurrakhman Abas - 13 Februari 2018 16:40 wib
ilustrasi--antara/M Agung Rajasa
ilustrasi--antara/M Agung Rajasa

Jakarta: Dwi Agus, 39, harus berurusan dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan. Dwi ditangkap karena diduga memerkosa.

Salah satu korban melaporkan dan menjelaskan aksi bejat Dwi ke Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 12 Februari 2018.

"Dwi ini awalnya berdalih sebagai ahli pengobatan alternatif. Jadi, setiap melakukan aksinya, terlebih dahulu Dwi mengelabui korban melalui indoktrinasi," kata Kasat Reskrim Polda Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Selasa, 13 Februari 2018. 

Dwi berdalih bersetubuh adalah bagian dari pengobatannya. "Satu-satunya jalan untuk mendapatkan jodoh di masa depan ialah dengan melakukan persetubuhan sebagai bagian dari program terapi yang ditawarkan Dwi," ucap Bismo. 

Baca: Gadis 19 Tahun Rela Dicabuli Dukun Demi Mendapat Kekayaan
 
Kepada Bismo, korban juga mengaku Dwi kerap kali menakuti korbannya dengan menyatakan bahwa mereka dimasuki makhluk gaib. Itu menyebabkan sulitnya korban mendapatkan jodoh dan masa depannya akan sulit bila tidak segera diobati.

Menurut Bismo, biasanya pemerkosaan dilakukan di rumah Dwi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Aksi bejat itu dilakukan Dwi saat anak-anak dan istrinya tidur atau ketika tidak ada di rumah.



Puncaknya, sudah ada tiga korban yang melaporkan dan mengaku diperkosa oleh Dwi. "Dua orang itu disetubuhi, kemudian satu orang diduga dicabuli di bagian-bagian vitalnya. Ada yang sekali, ada yang dua kali," kata Bismo.

Setelah memastikan bahwa korban memang mendapakan perlakuan tidak senonoh seperti itu, Dwi kemudian ditangkap di rumahnya di Jalan Haji Muhi, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dwi yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga penjual dengan sistem multi level marketing itu dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENCABULAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018