Arisan Bukan Investasi

- 14 Februari 2018 11:04 wib
Ilustrasi--Warga menunjukkan bukti transfer arisan
Ilustrasi--Warga menunjukkan bukti transfer arisan "online" saat melapor ke Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA Oky Lukmansyah)

Jakarta: Penipuan berkedok arisan online bukanlah modus baru dalam kasus kejahatan siber. Iming-iming menggiurkan sampai klaim berjejaring luas cukup mampu membuat banyak orang tertarik ikut di dalamnya.

Banyaknya korban yang sudah berjatuhan pun tidak dijadikan sebagai pelajaran. Faktanya, arisan online yang 'tak kasat mata' tidak benar-benar sepi peminat.

"Karena yang namanya uang itu akan selalu menggiurkan bagi semua orang. Baik yang iseng maupun kepepet pada saat seperti itu biasanya orang memiliki kecenderungan ingin mendapatkan keuntungan," kata Prita Ghozie, dalam Selamat Pagi Indonesia, Rabu, 14 Februari 2018.

Harus diketahui, kata Prita, arisan bukanlah investasi yang ketika seseorang memasukkan dana bisa mendapatkan keuntungan.

Arisan adalah mengumpulkan uang secara bersama, menjadi utang ketika seseorang mendapatkannya lebih dulu dan piutang bagi mereka yang mendapatkan berikutnya. 

"Arisan itu seharusnya digunakan untuk silaturahmi, kalau dijanjikan keuntungan kita harus bertanya keuntungannya dari mana," kata Prita.

Prita pun menyebut bahwa adanya testimoni dari orang yang mengklaim sudah mendapatkan keuntungan balik baik berupa uang maupun barang tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Apalagi jika arisan dilakukan secara online dengan anggota yang tak dikenal. 

Boleh jadi, kata Prita, orang yang memang benar mendapatkan keuntungan hanya sebagai pemantik untuk merekrut orang baru lebih banyak untuk dijadikan sebagai korban berikutnya. 

"Makanya harus ada tatap muka dan kalau membuat grup anggotanya tidak sebanyak itu. Ketika anggotanya ratusan hingga ribuan orang harus waspada, apalagi online. Kita juga kan tidak tahu akun yang digunakan benar atau palsu," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENIPUAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018