Pengusaha Warteg Keluhkan Tingginya Harga Sembako

Fauzan Hilal - 21 Agustus 2016 06:31 wib
Mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Istimewa.
Mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Istimewa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengusaha warung tegal (warteg) mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok di Ibu Kota. Terlebih, mereka umumnya mengontrak dalam menjalankan usahanya.

"Tapi saat ini jumlah warteg makin menyusut karena persaingan yang cukup ketat. Harga sembako naik terus dan  dan sewa tempat makin mahal," kata Ketua Komunitas Warga Tegal Jakarta (KWTJ) Suhadi di Kampung Baru II, Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu (20/8/2016).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014, jumlah warga Tegal yang tinggal di Jakarta diperkirakan berjumlah 600.000 jiwa. Sebagian dari mereka, kata Suhadi, membangun warteg di Ibu Kota yang totalnya lebih dari 10 ribu. 

Curahan Suhadi pun disampaikan saat bertemu mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama ratusan warga perantau asal Tegal. Sjafrie saat itu menemui sekitar 500 pelaku usaha warteg, nasi goreng, martabak dan sopir bajaj.

"Saya bagian dari kehidupan sosial. Menjalankan komunikasi sosial dengan warga masyarakat. Yang selama ini kita bangun bukan hanya dalam kaitan dengan pilkada, tapi sejak lama memang saya terlibat dalam kegiatan kegiatan sosial. Hubungan kemasyarakatan seperti sekarang juga, dan dalam lingkungan warga masyarakat yang lain," kata Sjafrie.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie mengajak warga yang hadir untuk meningkatkan persatuan serta bergotong royong. Mantan Pangdam Jaya tersebut pun dinobatkan menjadi warga kehormatan masyarakat Tegal.



(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SEMBAKO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017