DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Sri Mulyani Bungkam Ditanya Kasus Century

Husen Miftahudin - 15 September 2018 07:12 wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Permana
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Permana

Jakarta: Kasus Bank Century kembali mencuat kala media asing, Asia Sentinel, menerbitkan artikel berjudul 'Indonesia's SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) Governmet: Vast Criminal Conspiracy'. Artikel setebal 488 halaman itu menuding SBY sebagai dalang utama kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun tersebut.

Tak ayal Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pun ikut terseret. Maklum, saat itu Sri Mulyani memegang peranan penting dalam menetapkan Bank Century sebagai bank yang gagal dan berdampak sistemik.

Kala itu, Sri Mulyani sebagai Menkeu sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK). Saat 'mengetok palu' dengan menyebut Bank Century sebagai bank yang gagal dan berdampak sistemik, pemerintah langsung memberi dana talangan sebanyak Rp689,39 miliar.

Putusan Sri Mulyani juga membuat Bank Century mendapat suntikan dana segar dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jumlahnya, Rp6,7 triliun.

Medcom.id coba mengonfirmasi artikel Asia Sentinel kepada Menkeu Sri Mulyani usai menghadiri seminar nasional di Grand Ballroom Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Sayangnya, saat ditanya kasus Century mencuat kembali, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu bungkam. Ia juga menggeleng-gelengkan kepala saat awak media terus mencecarnya.

Para wartawan kemudian mengubah haluan pertanyaan terkait relevan tidaknya kasus Century mencuat kembali saat ini. Sri Mulyani kembali diam seribu bahasa, kali ini raut mukanya menunjukkan keengganan seraya menghela napas lebih dalam.

Terpaan pertanyaan yang menghujani Sri Mulyani membuatnya ingin segera meninggalkan ruangan Grand Ballroom Kempinski. Ia melunak dan meladeni pertanyaan awak media. Namun bukan soal kasus Century yang ia jawab, melainkan soal pertemuannya dengan ratusan pengusaha dalam seminar nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Artikel berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' ditulis John Berthelsen. Ia mengulas hasil investigasi kasus bailout Bank Century.

Dalam artikel tersebut, pemerintah SBY diduga melakukan konspirasi dengan mencuri USD12 miliar dari pembayar pajak. Uang tersebut kemudian ditransfer ke beberapa bank internasional dengan tujuan menyamarkan asal usul dana tersebut (pencucian uang).

Ada 30 pejabat yang diduga terlibat kasus Bank Century. Pasalnya, banyak penipuan yang diduga dimanipulasi dalam status 'bank gagal PT Bank Century Tbk' pada 2008.

Dana itu diyakini berisi dana gelap yang terkait dengan Partai Demokrat yang dipimpin SBY. Bank ini di-rekapitalisasi pada 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Dalam hasil investigasi yang termaktub dalam berkas gugatan Weston Capital Internasional, kasus tersebut berlanjut saat J Trust, bank besar asal Jepang, secara tiba-tiba menawarkan dana sebanyak USD989,1 juta untuk membeli Bank Mutiara pada 2013.

Sumber pendanaan penawaran dari J-Trust tidak pernah teridentifikasi. Namun, J Trust mampu mengakuisisi Bank Mutiara pada 2014. Dalam laporan investigasi itu akuisisi disetujui oleh sejumlah pejabat Indonesia.

Para pejabat Indonesia sepakat J Trust sebagai pihak yang paling cocok membeli Bank Mutiara. Padahal, J trust tak mengelola bank tersebut selazimnya bank komersial.


(AGA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS CENTURY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 23-09-2018