DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

4 Juta Masyarakat Indonesia Tinggal di Kawasan Rawan Tsunami

Dian Ihsan Siregar - 15 April 2018 12:41 wib
Kepala BNPB Willem Rampangilei (ketiga kiri) mengajak semua pihak tanggap terhadap bencana. (Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar).
Kepala BNPB Willem Rampangilei (ketiga kiri) mengajak semua pihak tanggap terhadap bencana. (Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar).

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Indonesia merupakan negara rawan bencana, apalagi 4 juta masyarakatnya tinggal di kawasan rawan tsunami.

Kepala BNPB Willem Rampangilei yakin adanya HKB membuat masyarakat bakal lebih tanggap mengatasi masalah bencana. Indonesia sulit lepas dari bencana alam lantaran dikelilingi cincin api.

"Ada 150 juta saudara-saudara kita tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi, 60 juta tinggal di daerah rawan banjir, 40 juta rawan longsor, 4 juta (rawan) tsunami, dan 1,1 juta tinggal di daerah rawan erupsi," ucap Willem ditemui di kawasan car free day (CFD) Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu,15 April 2018.

(Baca juga: BNPB Targetkan 25 Juta Orang Berpartisipasi dalam HKB)

Menurutnya, bencana alam yang sering terjadi tak hanya berdampak negatif pada kondisi ekonomi, melainkan rusaknya infrastruktur perumahan. Tercatat dari 2.732 kali bencana, sebanyak 372 jiwa melayang sepanjang 2017.

"Memang angka itu lebih baik bila dibanding tahun 2016, karena tahun 2016 yang meninggal dunia 561 orang," sebut dia.

(Baca juga: Masyarakat Diajak Tangguh Menghadapi Bencana)

‎Kerugian ekonomi akibat bencana juga terjadi setiap tahun. Penanggulangan bencana menjadi urusan bersama. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha harus saling berkoordinasi dalam penanggulangan bencana.

"Dengan ada acara HKB, kita harap bisa menyelamatkan banyak jiwa dari bencana. Makanya perlu investasi untuk mengurangi risiko bencana," pungkas dia.‎


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BENCANA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018