DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mensos Wanti-wanti Penerima PKH

- 14 April 2018 10:07 wib
Menteri Sosial Idrus Marham berbincang dengan warga penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Foto: Doc Kemensos
Menteri Sosial Idrus Marham berbincang dengan warga penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Foto: Doc Kemensos

Cibinong: Menteri Sosial Idrus Marham mewanti-wanti warga penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Idrus meminta bantuan digunakan untuk keperluan keluarga, utamanya keperluan sekolah dan perbaikan gizi anak.
 
"Kalau pendidikannya baik dan makanannya bergizi, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang pintar. Kalau pintar, maka akan mandiri dan berpenghasilan," kata Idrus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 April 2018.
 
Menurut Idrus, kalau penerima PKH bisa mandiri, maka bisa masuk fase graduasi. Penerima manfaat berubah status dari tidak mampu menjadi mampu secara ekonomi.
 
Idrus mengungkapkan, pihaknya melakukan evaluasi dalam kurun waktu 4 tahun.  "Bila syarat-syarat sebagai penerima bantuan sudah tidak dipenuhi lagi, maka bantuan bisa dicabut," katanya.

Baca: Presiden Janji Tambah Penerima Program Keluarga Harapan

Pemerintah akan menambah indeks bantuan evaluasi. Selama ini, indeks bantuan diberikan merata Rp1.890.000 per tahun untuk setiap keluarga.
 
"Nantinya akan non flat. Besarnya akan disesuaikan dengan tanggung jawabnya masing-masing. Makin besar tanggung jawabnya, akan semakin besar indeks bantuannya," kata Mensos.
 
Dalam rapat di tingkat kementerian koordinator, Mensos juga mengusulkan penambahan khusus, terhadap penerima manfaat yang menunjukkan dirinya serius ingin mandiri. Misalnya dengan membuka toko, warung, atau perniagaan lainnya sesuai kemampuan.
 
"Ini untuk memotivasi penerima  manfaat agar mereka mandiri. Tapi masih usulan," kata Mensos.
 
Untuk Kabupaten Bogor, terdapat 139.995 keluarga penerima PKH reguler dengan nilai Rp264.590.550.000. Adapun penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 171.483 keluarga, dengan nilai Rp493.514.110.000.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PKH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018