DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Di Unhan, Panglima TNI Jelaskan Tantangan Prajurit di Masa Depan

Wandi Yusuf - 14 Maret 2018 09:43 wib
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberi kuliah umum--Foto:Istimewa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberi kuliah umum--Foto:Istimewa

Bogor: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberi kuliah umum mengenai tantangan prajurit di masa mendatang kepada mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan). Hadi menyatakan TNI harus meningkatkan profesionalisme TNI di era digital.

"Panglima TNI membahas dinamika perkembangan lingkungan strategis pada tataran global, regional, dan nasional," demikian keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 14 Maret 2018.

Kuliah umum Panglima yang dilakukan pada Selasa, 13 Maret, ini berjudul 'Kebijakan TNI dalam Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI'. Penjelasan Hadi mengacu pada kebijakan dan program pemerintah serta peraturan perundangan yang berlaku.

Kebijakan TNI tersebut dijabarkan ke dalam program 100 hari Panglima TNI, terutama dalam upaya meningkatkan profesionalisme TNI di era digital saat ini. Mulai dari revitalisasi kekuatan pokok minimal (minimum esssential force/MEF), pengembangan kekuatan, penyempurnaan doktrin, hingga diplomasi militer. 

Baca: Jokowi Tegaskan Tantangan Masa Depan dalam Rapim TNI-Polri

Menggunakan perspektif akademik, Panglima TNI membahas berbagai aspek yang memengaruhi lingkungan strategis. Hal ini mendapat perhatian para mahasiswa dan dosen dari keempat fakultas yang ada di Unhan, terutama mengenai mekanisme dan skema penanganan isu-isu ancaman siber dan aplikasi big data. 

Beberapa materi kuliah umum dinilai sangat relevan dengan berbagai topik penelitian yang saat ini dilaksanakan oleh pusat-pusat studi Unhan, termasuk membuka peluang bagi mahasiswa untuk menyusun tesis. 

Kedatangan Panglima TNI disambut Rektor Unhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto beserta ketiga wakil rektor, para dekan, para kepala lembaga, dan sejumlah pejabat Unhan. Dua orang Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI juga turut hadir mendampingi Panglima.

Perkuat kerja sama

Pekan lalu, Panglima TNI juga menyuarakan pentingnya profesionalisme prajurit menghadapi ancaman terkini, terutama di kawasan Asia Tenggara. Di forum ASEAN Chiefs of Defense Forces Informal Meeting (ACDFIM) Hadi menyatakan perlu pondasi yang kokoh bagi terciptanya hubungan kerja sama yang kuat di antara negara anggota ASEAN.

Hadi mengatakan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, dunia secara masif mengalami berbagai aksi serangan terorisme global, khususnya yang dilakukan oleh ISIS beserta kelompok afiliasinya. Aksi-aksi teror yang terjadi baik di Kawasan Timur-Tengah, Afrika, Amerika dan Eropa,  serta Asia Pasifik ini menunjukkan bahwa tidak ada kawasan dan negara mana pun di dunia ini yang sepenuhnya aman dari aksi teroris.

“Fenomena ancaman ini harus menjadi perhatian serius karena tidak hanya berpengaruh terhadap kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional masing-masing, namun juga berpengaruh terhadap terpeliharanya konstelasi perdamaian dan stabilitas keamanan di Kawasan Asia Tenggara”, ujar dia.

Untuk itu, kata Panglima, perlu kerja sama antarnegara kawasan sebagai upaya memelihara stabilitas keamanan.

“Langkah dan tindakan yang dilakukan ke depan haruslah merupakan kesatuan upaya yang dinamis dan konsisten dalam kerangka multilateral strategic partnership yang didasari oleh semangat ASEAN, rasa saling percaya, dan saling menghormati”, ucapnya.

Beberapa kerja sama yang harus dijalin, kata dia, antara lain penguatan kerja sama subregional, latihan bersama, peningkatan kerja sama antarsatuan siber, dan kerja sama antarpusat kesehatan.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TNI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018