DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemerintah Rehabilitasi Korban Terdampak Gempa NTB

Achmad Zulfikar Fazli - 10 Agustus 2018 18:44 wib
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Foto: MI/Bary.
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Foto: MI/Bary.

Jakarta: Pemerintah akan mulai merehabilitasi para korban gempa di Lombok Utara, NTB, sembari berjalan tanggap darurat. Rehabilitasi dimulai dengan pembersihan reruntuhan rumah agar psikologi masyarakat tak terus terguncang.
 
"Secara psikologis, masyarakat rata-rata mengungsi di ruang terbuka sekitar rumahnya. Setiap kampung ada lapangan dan setiap hari memandang reruntuhan rumah, itu ganggu psikologis," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.
 
TGB ingin pembersihan itu tak hanya di Kecamatan Gangga, Bayan dan Kayangan. Dia mengusulkan pembersihan dilakukan di semua wilayah yang proses evakuasinya telah selesai. Usul itu, kata dia, sudah disetujui Presiden Joko Widodo.
 
"Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang Bapak Presiden bisa mengawali pembersihan dan rehabilitasinya," ucap dia.
 
Eks Anggota Majelis Tinggi Pertimbangan Partai Demokrat itu menilai jumlah sarana publik memang masih berkembang. Sebab, gempa yang menerjang NTB belum berhenti.

Baca: Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang 2 Pekan

Menurut dia, gempa susulan masih akan terjadi. Dia berharap Tuhan bisa menghentikan gempa ini. "Masih ada gempa susulan, bahkan dalam skala cukup besar. Bangunan yang pada hentakan pertama ringan, sekarang bisa hancur lebur," ujar dia.
 
Ia menyampaikan hingga saat ini ada sekitar 486 sekolah, banyak rumah sakit rujukan maupun sarana kesehatan sekunder yang tertimpa. Khususnya rumah sakit kabupaten di Lombok Utara yang jadi jangkar pelayanan kesehatan.
 
"Itu hancur lebur, sehingga dipusatkan di rumah sakit lapangan, rumah sakit provinsi dan rumah sakit Kota Mataram," kata dia.
 
TGB juga meminta Presiden memberikan tenda yang tahan lama, mengingat masyarakat kemungkinan cukup lama di tempat pengungsian. "Itu juga disetujui. Mohon doa semoga penanganan semua selesai," ucap dia.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018