Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.626.772.093 (16 JULI 2018)

Sekolah Negeri Banyak Dinikmati Siswa Kaya

Citra Larasati - 12 Juli 2018 16:03 wib
Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Medcom.id/Citra Larasati
Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Medcom.id/Citra Larasati

Jakarta:  Angka Partisipasi Murni (APM) di seluruh jenjang pendidikan mengalami stagnasi, kenaikannya tidak sampai 1 persen sepanjang 2014-2018.  Sistem zonasi diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan APM tersebut.

Pengamat pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan APM di seluruh jenjang pendidikan tidak sampai 1 % sejak 2014.  Hal tersebut terjadi, karena layanan sekolah gratis yang diberlakukan pemerintah pada sekolah negeri lebih banyak dinikmati oleh siswa yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke atas.

"Selama ini masuk sekolah negeri menggunakan seleksi prestasi akademik, siswa yang nilainya baik memiliki kesempatan lebih besar masuk sekolah negeri," kata Indra dalam diskusi pendidikan bertema Penerapan Sistem Zonasi dan Dampaknya Bagi Pemerataan Kualitas Pendidikan Nasional, di Senayan, Jakarta, Kamis, 12 juli 2018.

APM adalah perbandingan antara siswa usia sekolah tertentu pada jenjang pendidikan dengan penduduk usia yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase.

Sementara jika ditelaah lebih jauh lagi, siswa dengan nilai akademik tinggi memiliki banyak kemudahan untuk mengakses layanan internet, buku, bimbingan belajar, juga gizi yang baik.  "Dan itu hanya bisa didapat oleh siswa dari keluarga mampu," ujar Indra.

Baca: Siswa Tak Tertampung PPDB Dijamin Tetap Dapat Sekolah

Sementara siswa dari keluarga tidak mampu, seringkali kesulitan untuk mengakses layanan tersebut. Akibatnya, nilai akademik siswa dari ekonomi menjadi rendah sehingga sulit bersaing untuk masuk sekolah negeri.

"Akibatnya siswa yang tidak mampu secara ekonomi tergusur dari sekolah negeri, dan hanya mampu sekolah di swasta yang bukan favorit.  Sekolah swasta yang kualitasnya biasa-biasa saja," ungkap Indra.

Kondisi ini menjadi tidak adil, karena sekolah negeri saat ini mendapat bantuan pembiayaan penuh dari pemerintah melalui berbagai skema, salah satunya Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Jadi, sekolah negeri sekarang mayoritas isinya justru berasal dari  siswa dari keluarga kaya, itu fakta," tegas Indra.

Indra berharap, sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dapat terus dievaluasi dan diperbaiki.  Sehingga dapat mewujudkan pemerataan akses layanan pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga tidak mampu agar mendapat kesempatan yang sama untuk bersekolah di sekolah negeri, yang notabene dibiayai oleh uang negara.

"Sistem zonasi ke depan harusnya tidak lagi menggunakan seleksi berdasarkan nilai UN atau prestasi akademik lagi, tapi benar-benar siswa yang berada di sekitar sekolah agar mendapat hak bersekolah," tandas Indra.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PPDB 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 17-07-2018