LPAI: Penanganan Anak Korban Kekerasan Seksual Harus Paripurna

- 12 Januari 2018 12:19 wib
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Dampak yang ditimbulkan saat anak menjadi korban kejahatan seksual sangat banyak. Selain luka fisik seperti perdarahan, masalah saluran kencing, penularan penyakit seksual, hingga kehamilan, juga berdampak pada kondisi psikis dalam jangka panjang.

Anak-anak korban kekerasan seksual juga cenderung mengalami gangguan perkembangan kognitif, kesulitan emosional, anoreksia, sulit menjalin relasi dengan orang lain hingga ketakutan terbesar adalah menjadi predator di kemudian hari.

Sekjen Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Hermanoe mengungkap bahwa pelaku kekerasan seksual umumnya didominasi oleh mereka yang pernah jadi korban semasa kecil.

Saat mereka mampu secara fisik untuk melakukan itu, mereka mengidentifikasikan diri sebagai pelaku di masa lalu. Korban kekerasan seksual akan menaklukan perasaan tertekan yang dialami selama ini dengan menjadi pelaku.

"Anak yang pernah jadi korban dan merasa tertekan, merasa inferior akan menunjukkan rasa itu itu dengan melakukan kekerasan serupa seperti yang dialami dulu," ungkap Henny, dalam News Story Insight (NSI), Kamis 12 Januari 2018.

Anak-anak korban kekerasan seksual tentu tidak diharapkan akan menjadi pelaku di masa depan. Karena itu, Henny mengatakan bahwa penanganan korban kejahatan seksual harus dilakukan dengan maksimal.

Pendampingan secara psikologis harus dilakukan secara berkala. Sebab setiap anak memiliki resiliensi yang berbeda meskipun mendapat perlakuan yang sama.

"Ada yang trauma sangat dalam ada yang sebentar dilakukan pendampingan baik kembali," kata Henny.

Penanganan anak korban kekerasan seksual, kata Henny, bisa dimulai dari pemeriksaan fisik untuk memastikan tidak ada penyakit menular seksual yang ditularkan perilaku.

Kemudian diikuti dengan terapi psikis, mempersiapkan mental anak-anak dan memulihkan kepercayaan diri mereka. Tak lupa secara sosial agar anak-anak siap kembali ke masyarakat dan secara spiritual untuk menguatkan keyakinan agama mereka bahwa yang dilakukan pelaku sangat salah.

"Rehabilitasi inilah yang harus dipersiapkan untuk semua anak korban kekerasan seksual. Dia harus ditangani dengan paripuna. Fisik, psikis, dan sosial," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 24-04-2018