Menhan Duga Ada Provokator Penyanderaan di Papua

Dheri Agriesta - 14 November 2017 18:56 wib
Ilustrasi: Kelompok bersenjata. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.
Ilustrasi: Kelompok bersenjata. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menduga ada provokator dalam kasus penyanderaan warga di Timika, Papua. Menurut dia, ada pihak yang tak senang dengan kondisi di Papua.

"Pasti ada kan yang ngomporin. Kita ini banyak kan bangsa ini, ada yang senang dan tidak senang," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 14 November 2017.

Padahal, kata dia, pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur, seperti jalur Trans-Papua yang terbentang ribuan kilometer. Pemerintah bahkan menginisiasi pembangunan tol di Kalimantan dan Sumatra.

Hal ini membuat Ryamizard heran mengapa masih ada pihak yang tidak puas. Tapi, kata dia, pihak keamanan telah memegang informasi sang provokator. "Tapi kan enggak boleh disampaikan di sini," tambah dia.

Baca: Pemerintah Janji Mengentaskan Kemiskinan di Papua

Sekitar 1.300 orang warga Papua dan pendatang disandera  kelompok kriminal bersenjata (KKB) sejak sepekan silam. Korban adalah warga yang bermukim di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura, Papua.

Hingga kini, kawasan itu sudah dijaga ratusan personel Satuan Tugas Terpadu yang terdiri dari anggota TNI dan Polri. Korps Bhayangkara masih berupaya bernegoisasi dengan KKB.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYANDERAAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017