DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ponpes Asshidiqyah Tebar Aura Positif untuk NKRI di Harlah ke-33

Dian Ihsan Siregar - 11 Maret 2018 10:49 wib
Suasana peringatan Harlah ke-33 Ponpes Asshiddiqiyah. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar
Suasana peringatan Harlah ke-33 Ponpes Asshiddiqiyah. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar

Jakarta: Pondok Pesantren (Ponpes) Asshiddiqiyah memperingati harlah yang ke-33. Dengan umur yang cukup tua, ponpes ini ‎diharapkan bisa menebar kebaikan dan aura positif bagi Indonesia. 

"Ini kita melakukan harlah yang ke-33. Kita usung dengan tema menebar positif untuk NKRI. Sebab image untuk nusantara sudah ada sejak zaman Walisongo, dari satu tokoh ke tokoh lain menebar kebaikan, intinya seperti itu," tutur Ketua Panitia Harlah Ponpes Asshiddiqiyah, Husni Mubarok, ditemui di kawasan Ponpes Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, Minggu, 11 Maret 2018.

Lewat rangkaian harlah selama satu minggu, Husni menyebutkan, semua santri diberikan ilmu seni, ekonomi, sejarah, dan lainnya. Namun, semua ilmu itu tetap dikaitkan dengan ilmu Islam, agar mereka bisa mendapatkan iman yang kokoh pada masa kini dan mendatang.

"Jadi ada rangkaian acara seni, ekonomi dan lainnya. Kita tetap memberikan ilmu agama, agar mereka tidak seperti yang ada saat ini, sering masuk dalam cekcok dan kontroversi. Itu yang kita lakukan, agar santri tetap berada pada jalan yang baik," terang dia.

Dia menyebutkan, sekitar 1.000 santri mulai dari SMP hingga universitas mengikuti peringatan harlah ke-33 tersebut. "Ada juga perwakilan dari Lampung, Palembang, dan Tangerang. Tapi yang jelas 11 Ponpes Asshiddiqiyah mengirimkan perwakilannya untuk bisa memeriahkan," jelas dia.

Lanjut dia, jika santri tidak diberikan akar kuat terkait agama, mereka ‎akan melupakan visi dan misi pada saat menimba ilmu di pesantren. Mayoritas orang tua yang mendaftarkan anaknya ke Ponpes Asshidiqiyah, menurutnya, juga berharap anaknya dapat menjalani kehidupan yang positif dengan ilmu kehidupan dan agama yang diberikan selama di pesantren.

"Banyak yang minat sekarang orang tua saat ini, bukan berangkat untuk bisa bahasa kitab. Tapi, sekadar bisa baca al-quran, makanya mereka daftarkan anak-anaknya ke sini. Acara ini juga ingin kita beritahukan, kalau ponpes ini terus berjalan dan menumbuhkan santri-santri yang baik, bukan hanya untuk dunia, tapi berpikir ke akhirat," pungkas Husni.


(DMR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NKRI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018