DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.144.868.902 (16 AGUSTUS 2018)

2019, Publikasi Ilmiah Indonesia bakal Leader di Asia Tenggara

Husen Miftahudin - 09 Agustus 2018 19:10 wib
Menristekdikti, Mohamad Nasir di acara Bakti Inovasi: Tanam dan Panen Perdana Padi di Kecamatan Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, Humas Kemenristekdikti/Fatimah Larasati Harahap.
Menristekdikti, Mohamad Nasir di acara Bakti Inovasi: Tanam dan Panen Perdana Padi di Kecamatan Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, Humas Kemenristekdikti/Fatimah Larasati Harahap.

Kampar: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir yakin jumlah riset yang dihasilkan peneliti Tanah Air bakal jauh melampaui negara-negara Asia Tenggara di 2019. Saat ini, jumlah riset Indonesia yang terpublikasi pada jurnal ilmiah bereputasi internasional di bawah raihan Malaysia.

"2019 saya yakin (publikasi ilmiah) Indonesia leader di Asia Tenggara. Target saya itu," tegas Nasir pada acara Bakti Inovasi: Tanam dan Panen Perdana Padi di Kecamatan Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, Kamis, 9 Agustus 2018.

Nasir mengklaim upayanya dalam meningkatkan jumlah peneliti, berhasil. Pasalnya, Indonesia kerap tertinggal soal jumlah riset dalam jurnal ilmiah yang terpublikasi secara internasional.
"Tadinya selisih (jumlah riset dengan Malaysia) di angka 23.000/22.000, Malaysia 28.000 sedangkan Indonesia hanya 5.400. Sekarang hanya 700, ini kerja keras yang luar biasa," beber dia.

Baca: Publikasi Ilmiah Indonesia Bersaing Ketat dengan Malaysia

Tahun ini pun, Nasir optimistis jumlah riset Indonesia sudah dapat menyalip posisi Malaysia yang kini berada di daftar puncak sementara raihan riset Asia Tenggara. Memiliki 32 dosen yang merangkap sebagai lektor kepala atau profesor dan 5.500 guru besar membuat Nasir kian percaya diri bisa mendongkrak jumlah publikasi ilmiah Tanah Air.

"Kita punya potensi karena ada 32 dosen yang menjabat lektor kepala, dan guru besar 5.500. Kalau ini meneliti semua, ada 37.000 (riset yang terpublikasi internasional)," jelasnya.

Per 7 Agustus 2018, jumlah riset yang terpublikasi secara internasional di negara-negara Asia Tenggara secara berturut-turut adalah Malaysia dengan total 17.211 riset. Indonesia duduk di posisi kedua dengan 16.528 riset. Selanjutnya Singapura sebanyak 12.593 dan Thailand sebanyak 9.595 riset.

Jumlah riset Indonesia meningkat drastis dibanding raihan pada 2015. Pada waktu itu, Indonesia hanya mampu menghasilkan 5.400 riset. Jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Malaysia sebanyak 28.000, Singapura 18.000, dan Thailand sebesar 9.500 riset.


(CEU)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 16-08-2018