DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KKB Memanfaatkan Warga sebagai Tameng

- 07 Desember 2018 09:39 wib
Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua. (Foto: ANTARA/Jeremias Rahadat)
Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua. (Foto: ANTARA/Jeremias Rahadat)

Jakarta: Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membantai puluhan pekerja jembatan Trans Papua di Yigi, Nduga, Papua, kerap memanfaatkan masyarakat setempat sebagai tameng. Di bawah pimpinan Egianus Kogoya, KKB juga kerap memeras dan merampas barang-barang milik warga.

"Seperti penyerangan di pos II TNI, KKB menggunakan masyarakat sebagai tameng sehingga menyulitkan petugas melakukan pembalasan," ujar Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin melalui sambungan Skype dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 7 Desember 2018.

Martuani mengatakan tim gabungan TNI Polri ekstra hati-hati dalam penanganan kelompok bersenjata. Keberadaan KKB yang juga membaur di masyarakat membuat petugas sulit memisahkan mana kelompok bersenjata, mana yang benar-benar warga biasa. 

"Maka itu kami meminimalkan tindakan untuk menghindari jatuhnya korban," ungkapnya.

Bukan hanya masyarakat setempat, laporan yang didapatkan Martuani menyebutkan pemerasan juga dialami oleh para pekerja proyek infrastruktur Trans Papua. Namun hal ini tidak pernah dilaporkan kepada aparat.

Termasuk kepala kampung yang wajib memberikan setoran kepada KKB setiap kali dana desa yang dikucurkan pemerintah cair. "KKB ini tidak pernah bekerja. Hasil kebun warga seperti ubi, jagung, ternak, mereka ambil paksa. Jadi sebetulnya warga juga tertekan dengan keberadaan KKB," kata dia.

Di sisi lain, aparat keamanan juga terus berupaya negosiasi dengan tokoh masyarakat setempat agar bisa didudukkan bersama dengan KKB. Sayang, hingga peristiwa penembakan pekerja negosiasi keamanan dalam pembangunan infrastruktur belum mendapatkan apa yang diharapkan.

"Negosiasi, pendekatan, sudah dilakukan agar mereka tidak melakukan lagi tindakan kekerasan dan penembakan. Namun sampai sekarang kami belum berhasil mendapatkan apa yang diharapkan," pungkasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELOMPOK BERSENJATA DI PAPUA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 18-12-2018