Food Bank Solusi untuk Asmat

Siti Yona Hukmana - 14 Februari 2018 13:58 wib
Ilustrasi: Warga membawa bantuan makanan dan obat-obatan di Ewer, Kabupaten Asmat, Papua. Foto: Antara/M Agung Rajasa.
Ilustrasi: Warga membawa bantuan makanan dan obat-obatan di Ewer, Kabupaten Asmat, Papua. Foto: Antara/M Agung Rajasa.

Jakarta: Dompet Dhuafa menggagas program Food Bank for Asmat. Program ini dibentuk untuk menangani masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya di 23 distrik di Asmat, Papua. 

"Meskipun status kejadian luar biasa (KLB) sudah dicabut, kami terus melakukan perbaikan lingkungan di wilayah Kabupaten Asmat melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan, di Gedung Dompet Dhuafa Filantropi, Jalan Warung Buncit, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Menurut dia, program ini adalah intervensi multisektor yang terintegrasi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan untuk mencegah kejadian yang lebih buruk akibat KLB campak dan gizi buruk. 

Selain itu, kata Imam, Food Bank for Asmat diciptakan untuk menunjang kehidupan yang sejahtera. Program ini digarap dalam kurun waktu satu tahun.

"Kami berharap program ini dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Asmat dan sekitarnya, sehingga kasus gizi buruk dan campak dapat ditanggulangi," ungkap Imam. 

Program ini, lanjut dia, terdiri dari berbagai lini. Pertama, program energi terbarukan dengan memanfaatkan mengolah sumber daya alam menjadi energi terbarukan.

"Kedua, selain energi ada program penyediaan air minum. Ini mengingat sebagian besar masyarakat Asmat masih mengandalkan air yang berada di rawa sebagai bahan baku air minum dan kegiatan lainnya," tambah dia.

Baca: Iluni Gizi UI Bakal Andil Tingkatkan Gizi di Asmat

Ketiga, kata Imam, penyediaan lumbung pangan. Program ini akan menggunakan pendekatan social change behaviour demi mendorong pola hidup sehat sesuai budaya serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Imam mengatakan saat ini Dompet Dhuafa telah memberangkatkan empat gelombang relawan. Mereka terdiri dari aktivis kemanusiaan dan dokter untuk membantu pemulihan kesehatan serta assessment wilayah terdampak. 

"Insyaallah untuk keberangkatan gelombang ke lima, Dompet Dhuafa bersama Kak Seto (Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi) akan memberikan motivasi untuk anak-anak Asmat dalam menatap masa depan yang lebih cerah," ujar Imam.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GIZI KURANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018