DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Presiden akan Bahas Inklusi Keuangan dengan Utusan PBB

Achmad Zulfikar Fazli - 13 Februari 2018 09:07 wib
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Presiden Joko Widodo akan menerima kinjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/ United Nations Secretary General's Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion. Pertemuan ini akan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

Utusan khusus PBB rencananya tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa 13 Februari 2018. Pertemuan Presiden dan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan --bantuan keuangan untuk masyarakat kecil menengah-- ini bukan yang pertama.

Ratu Belanda, Ratu Maxima, selaku Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan juga pernah ke Indonesia pada 2016. Saat itu, Presiden mendorong agar Inklusi Keuangan bisa berkembang dengan pesat.

(Baca juga: Jokowi Minta Ratu Belanda Maxima Dorong Pengembangan Financial Inclusion)

"Karena beliau ini bisa mengkoordinasi, baik di United Nation (UN) maupun di World Bank, juga di foundation-foundation besar, saya minta agar bisa didorong, kita didorong untuk mengembangkan financial inclusion kita untuk bisa lebih cepat,” kata Presiden setelah selama hampir satu jam berdiskusi dengan Ratu Maxima, Kamis, 1 September 2016.

Kemudian yang berkaitan dengan usaha-usaha mikro petani, nelayan, Presiden berharap bisa mengakses ke perbankan dan disiapkan regulasi-regulasinya. Presiden juga meminta dorongan, pembelajaran untuk bisa mempercepat itu. 

“Kita minta technical assistance dari PBB lewat Ratu Maxima,” ujar dia. 

Presiden juga ingin fintech dapat didorong. Terlebih, Presiden sendiri sudah bertemu dengan beberapa anak-anak muda Indonesia, baik yang memiliki aplikasi maupun software yang berkaitan dengan fintech.

(Baca juga: Luhut-Ratu Maxima Bahas Pembangunan Daerah Terpencil)
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PBB
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018