DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Warga Cimanggis Tepis Isu Ingin `Membelot` ke Jakarta

Whisnu Mardiansyah - 12 Januari 2018 16:35 wib
Lahan yang akan dibangun SMPN 23 Depok - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Lahan yang akan dibangun SMPN 23 Depok - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Warga Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, membantah kabar mengenai keinginan pindah menjadi penduduk Jakarta. Wilayah Harjamukti berbatasan langsung dengan Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. 

Anen, warga RT 02 RW 06, mengaku tak tahu menahu ada keinginan warga Harjamukti pindah kependudukan ke Jakarta. Tapi, ia tak menampik memang ada tuntutan agar pemerintah kota segera membangun sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan itu.

"Enggak ada kabar itu. Yang ada kami minta dibangun sekolah terdekat," kata Anen saat berbincang dengan Medcom.id di Jalan Pondok Ranggon, Cimanggis, Depok, Jumat, 12 Januari 2018.

Anen menjelaskan selama ini yang menjadi keluhan warga di kelurahan Harjamukti hanya ada satu SMP negeri, yaitu SMPN 23 Kota Depok. Itu pun masih menumpang di SDN 01 Harjamukti. 

Sekitar setengah tahun belakangan, SMPN 23 kembali menumpang di SMPN 11 Kota Depok di Kecamatan Tapos yang berjarak 11 kilometer dari wilayah Cimanggis.

"Dulunya di SDN 01 Harjamukti, sekarang lagi direnovasi, SMPN 23 numpang lagi di SMPN 11. Mereka enggak punya bangunan," kata Anen.


SDN 01 Harjamukti, sekolah pertama yang ditumpangi SMPN 23 - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah


(Baca juga: Warga Depok Ancam Pilih Bergabung ke DKI)

Medcom.id menyambangi SDN 01 Harjamukti yang sebelumnya menjadi lokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) SMPN 23. Salah satu tenaga pengajar di SDN 01 yang enggan disebutkan namanya mengatakan dalam dua tahun SMPN 23 menumpang di situ. 

"SMPN 23 baru ada sekitar tahun 2014, selama berdiri mereka numpang di sini belum punya bangunan. Tapi kemarin sudah beli lahan di sana (RT 02 RW 06)," ujar guru tersebut.

Ia juga tak tahu menahu adanya ancaman warga ingin berpindah kependudukan menjadi warga DKI, lantaran bangunan sekolah tak kunjung terwujud. Menurutnya, ia belum pernah mendapatkan keluhan dari wali murid mengenai hal ini.

"Saya juga warga Harjamukti. Baru dengar ada rencana itu. Kalau sekolahnya sudah ada lahannya. Tapi enggak tahu kapan dibangunnya," jelas dia.


SMPN 11, sekolah kedua yang ditumpangi SMPN 23 - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah


(Baca juga: Sandi Tanggapi Ancaman Warga Depok yang Ingin Pindah ke DKI)

Medcom.id kembali menelusuri lahan yang akan dijadikan bangunan sekolah SMPN 23 Kota Depok. Lahan seluas 5.793 meter persegi telah dibeli Pemkot Depok untuk pembangunan sekolah. Lahan tersebut masih terlihat ada satu bangunan rumah dan ditumbuhi semak belukar.

"Baru dua Minggu lalu dibeli Pemkot Depok. Katanya mau dibangun sekolah," kata Yadi salah satu warga sekitar.

Lagi-lagi, Yadi tak tahu ada ancaman warga ingin berpindah menjadi warga DKI, gara-gara bangunan sekolah tak kunjung dibangun. "Saya enggak tahu kalau itu," ucap dia. 

Kepala Kesbangpol Kota Depok Dadang Wihana saat dikonfirmasi juga baru tahu adanya ultimatum dari warga Cimanggis ingin berpindah kependudukan, imbas Pemkot Depok tak kunjung membangunkan bangunan sekolah. "Ultimatum yang mana, saya enggak tahu," kata Dadang dalam pesan singkatnya kepada Medcom.id.

Medcom.id meminta klarifikasi kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyakarat (LPM) Kelurahan Harjamukti Jayadi. Di pemberitaan sebelumnya, Jayadi melontarkan ultimatum, warga akan bergabung dengan Pemprov DKI jika Pemkot Depok tak kunjung membangun unit SMP di Kelurahan Harjamukti.

Saat dihubungi, Jayadi membantah pernah melontarkan pernyataan tersebut. Ia menjelaskan pernyataan ingin bergabung dengan DKI dimaksudkan kondisi beberapa tahun lalu bukan untuk saat ini.

"Kalau dulu iya warga mengancam akan bergabung dengan DKI kalau Pemkot tidak kunjung menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah. Karena lokasi kami berbatasan dengan DKI," jelas Jayadi.

(Baca juga: Disdik Jabar Lepas Tangan Terkait Pembangunan SMPN 23 Depok)


Tanah yang sudah dibeli Pemkot Depok untuk dibangun SMPN 23 - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Adapun saat ini, kata Jayadi Pemkot Depok sudah merealisasikan janjinya membeli lahan untuk pembangunan sekolah. Lahan tersebut dibeli baru sekitar dua pekan yang lalu.

"Nanti di Musrenbang kita musyawarah bagaimana pembangunannya," jelas Jayadi.

Jayadi membantah menggerakkan warga untuk mengultimatum Pemkot Depok. "Justru kami ingin ucapkan terima kasih Pemkot sudah menyediakan lahan. Tapi masalah pembangunannya kapan kami tidak bisa memaksakan. Semoga di 2019 sudah terealisasi," pungkas dia. 

Sebelumnya, beredar kabar ribuan warga di 70 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, mendesak pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 23. Mereka mengultimatum akan memilih bergabung ke Provinsi DKI Jakarta jika sekolah tersebut tidak dibangun secepatnya.
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018