DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kemenhub Duga Kecelakaan Tanjakan Emen Human Error

Ilham wibowo - 12 Februari 2018 16:49 wib
Bus pariwisata berplat nomor F 7959 AA yang membawa rombongan dari Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2/2018)  Foto: Koresponden MI/Reza Sunarya
Bus pariwisata berplat nomor F 7959 AA yang membawa rombongan dari Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2/2018) Foto: Koresponden MI/Reza Sunarya

Palembang: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menyelidiki kecelakaan maut bus pariwisata yang menelan 27 korban jiwa di tanjakan emen, Subang, Jawa Barat.  Tim Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) telah diterjunkan meneliti titik kesalahan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tak menoleransi segala bentuk pengabaian masalah keselamatan. Seluruh aspek teknis telah diperketat agar perjalanan transportasi berjalan tanpa kendala.

"Kita juga melihat bahwasanya, dari pantauan kita, mobil itu sudah ada KIR, jadi lebih kepada human error ada di sana," ujar Budi ditemui Medcom.id usai acara dialog nasional di Palembang, Sumsel, Senin, 12 Februari 2018.

Investigasi telah berjalan setelah evakuasi korban jiwa maupun luka. Budi menginstruksikan jajarannya agar tetap menerapkan standar keselamatan transportasi.

"Kami selalu konsisten melakukan safety, itu sebuah keharusan. Karena itu kami akan teliti untuk memberikan rekomendasi selanjutnya," ungkap Budi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi memaparkan, masa waktu uji KIR bus pariwisata tersebut masih berlaku pada saat kecelakaan. Selain itu, bus dengan fasilitas premium ini pun dipelihara oleh mekanik yang kompeten menenangai merek asli bus tersebut.

Meski demikian, hasil investigasi tim KNKT tetap  menjadi patokan. Koordinasi dengan pihak kepolisian pun telah dilakukan untuk menentukan penanggung jawab hingga proses pidana.

"Baru empat bulan KIR. Jadi kalau menurut saya penyebab kecelakaan dari kendaraan kecil kemungkinan," kata Budi Setiyadi.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KECELAKAAN LALU LINTAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018