DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jenderal Moeldoko Bahas Pasukan Elite Antiteror TNI

Dheri Agriesta - 16 Mei 2018 15:23 wib
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko. Foto: Medcom.id/Dheri.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko. Foto: Medcom.id/Dheri.

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko menawarkan pembentukan kembali pasukan elite antiteror milik TNI kepada Presiden Joko Widodo. Pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) ini akan dibahas dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
 
Pasukan gabungan antiteror milik TNI ini terdiri dari Sat-81 Gultor Komado Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat, Detasemen Jalamangkara TNI Angkatan Laut, dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas TNI Angkatan Udara. Moeldoko menyebut Presiden tertarik dengan wacana pembentukan kembali pasukan ini.
 
"Saya laporkan kepada Presiden kemarin, dia tertarik. Kita akan bicara kepada Panglima," kata Moeldok di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Mei 2018.
 
Pasukan gabungan ini dibentuk oleh Moeldoko pada 2015. Saat itu, Moeldoko masih menjabat sebagai Panglima TNI. Koopssusgab dibentuk untuk mengatasi ancaman terorisme secara cepat.

Baca: TNI Bentuk Komando Operasi Khusus 

Namun, Koopssusgab tak sepopuler Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri. Karena, TNI hanya berwenang menjaga pertahanan negara pascareformasi. Sedangkan keamanan negara menjadi tanggung jawab Polri.
 
Agar tak tumpang tindih dengan Densus 88 Polri, Koopssusgab hanya diturunkan jika aksi teror tak bisa diredam Polri. Tugas yang diemban Koopssusgab tergolong extradiornary operation.
 



(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018