DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mengolah Potensi Laut Togean Bercita Rasa Internasional

Renatha Swasty - 11 Agustus 2018 08:04 wib
Chef Junior Rorimpandey atau dikenal Chef Juna berbagi tips memasak dengan masyarakat Kepulauan Togean dalam Togean International Oceanic Festival 2018. Medcom.id/Renatha Swasty.
Chef Junior Rorimpandey atau dikenal Chef Juna berbagi tips memasak dengan masyarakat Kepulauan Togean dalam Togean International Oceanic Festival 2018. Medcom.id/Renatha Swasty.

Togean: Makanan menjadi salah satu hal penting untuk kemajuan pariwisata. Tak cuma menonjolkan makanan khas, potensi laut sebuah destinasi wisata juga mesti diangkat. 

Pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-una khususnya di Kepulauan Togean terus berupaya mengembangkan potensi laut mereka, seperti kerapu dan lobster. Sebagai salah satu wilayah penghasil lobster terbesar, pemda mendorong agar masyarakat membuat olahan yang digemari wisatawan mancanegara. 

Untuk itu, dalam Togean International Oceanic Festival 2018, panitia mengundang chef Junior Rorimpandey atau dikenal chef Juna. Juri acara memasak Master Chef itu membagikan ilmunya pada ibu-ibu di Pulau Papan, Malenge dan Kadoda, Kepulauan Togean. 

"Silakan mau diambil resepnya, saya senang sekali," kata Juna dalam workshop memasak, Jumat, 9 Agustus 2018.

Di depan ibu-ibu, Juna yang memasak dua menu yakni kerapu acar kuning dan lobster bumbu pecing memberikan banyak tips. 

Mereka sangat antusias melihat demo masak itu. Ini bakal  dipraktikan, apalagi banyak wisatawan mancanegara menginap di rumah dan disuguhkan makanan hasil olahan tangan mereka. 

"Kalau masak ikan, ikannya gak usah dicuci dan direndam lemon dan garam, nanti dagingnya cepat rusak," kata Juna. 

Sontak pernyataan itu membuat riuh para ibu-ibu yang hadir. "Kalau kita di sini sampai terendam," celetuk ibu-ibu. 

Juna menjelaskan, ikan hanya perlu dibersihkan sisiknya setelah itu hanya menggunakan tisu. Kalaupun ingin dibersihkan dengan air hanya saat daging belum terbuka. 

Dia menambahkan, saat menggoreng ikan tidak perlu sampai warna berubah gelap. "Setengah merah saja, jadi nanti kalau sudah selesai dia akan padat di luar dan lembut di dalam," imbuh dia. 

Begitupula saat membuat olahan lobster. Dia menyebut, tidak perlu banyak bumbu yang dipakai. 

Saat demo, Juna memasak lobster bumbu plecing hanya dengan terasi, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, tomat, kacang, dan kelapa parut.

"Supaya tidak membunuh rasa," tutur dia.

Dia menyebut, tips yang diberikan sangat standar. Tapi dia yakin bisa diikuti apalagi menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat masyarakat. 

Hingga akhirnya bisa menyediakan makanan yang mudah, cepat, enak, dan digemari wisatawan. "Hasil laut kalian bagus-bagus. Saya lihat kerapunya bagus, bahkan tadi lobsternya masih hidup. Dua duanya very fresh, kalau banyak bumbu akan membunuh rasa," tukas dia.

Tak sampai di situ, masyarakat Kadoda yang bakal ikut lomba memasak di Sulawesi Tengah sempat meminta tips supaya memenangi pertarungan. Tanpa ragu Juna memberikan tips kemenangan itu.

"Mau menang? bikin bumbu yang pakai terasi, orang Indonesia suka pakai terasi," tandas dia.


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARIWISATA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018