DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.058.936.361 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Arogansi Ormas Dipengaruhi Pembiaran

- 13 September 2018 12:03 wib
Ilustrasi-- Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Istana Negara, Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
Ilustrasi-- Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Istana Negara, Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Jakarta: Pengamat Sosial Maman Suherman menyebut bentrok antarormas yang terjadi ibu kota sepekan terakhir buntut dari pembiaran. 

Ormas-ormas tertentu yang kerap melakukan kekerasan bahkan memicu bentrokan terbiasa dibiarkan sehingga kegiatan semacam itu sudah dianggap sebagai hal lumrah.

"Contoh sederhananya fasilitas umum, fasilitas sosial mereka di atas got pun mereka bangun dan tidak ada penindakan. Bahwa itu salah sehingga mereka tidak akan merasa bersalah cenderung wajar saja," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Kamis, 13 September 2018.

Menurut Maman seharusnya ormas melindungi masyarakat di sekitarnya, tapi ketika justru membuat ketakutan pendekatannya harus tegas. 

Sebab, persoalan paling mendasar dari ormas berasal dari lambang, simbol, dan seragam dapat membentuk psikologi seseorang yang awalanya tidak percaya diri bisa tiba-tiba agresif lantaran merasa dilindungi kelompoknya.

Ketika agresivitas itu dibiarkan dan dianggap biasa, superioritas ormas akan semakin berkembang dan menganggap keributan bahkan bentrok antarsesamanya sebagai hal yang biasa.

"Hal-hal yang sifatnya pribadi pun sering diangkat sebagai masalah kelompok dan kalau dibiarkan begitu saja masyarakat menjadi makin takut nantinya," kata dia.

Maman mengatakan tindakan konkret yang bisa dilakukan pemerintah saat ini bisa dimulai dengan memanggil para pentolan ormas yang kerap bermasalah.

Pemanggilan pemeriksaan atau meminta keterangan itu harus dipublikasi secara luas agar diketahui oleh seluruh elemen kader yang berada di seluruh wilayah.

"Ajak ketua umumnya duduk bersama karena kalau akar rumput tidak merasa tahu bahwa di atasnya bisa damai mereka akan bergerak terus menerus," jelas dia.


(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BENTROK ORMAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 15-11-2018