Bandar Narkoba Berpotensi Manfaatkan Ojek Online

Cecillia Ong - 14 November 2017 18:10 wib
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengemudi ojek online diimbau mewaspadai barang yang dikirim dari pelanggannya. Sebab, bukan tidak mungkin barang yang dikirim adalah narkoba.
 
Staf Analisis Kebijakan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Alexander Timisela, mengatakan, 40% dari total pecandu narkoba berada di usia produktif. Faktor utamanya adalah rasa ingin tahu.

Baca: Ganja Dikirim Pakai Jasa Ojek Online

"Secara statistik 40% tersangka yang terjerat narkoba merupakan fase usia produktif, " kata Alexander di kawasan kebayoran baru, Jakarta Selatan,  Selasa 14 November 2017.
 
Dia mengungkapkan, bandar narkoba sering memanfaatkan angota geng motor dan merekrut mereka yang masih usia produktif. "Sindikasi narkoba sering memanfaatkan kelompok tertentu termasuk geng motor liar sebagai kurir," kata Alexander.
 
Selain geng motor, bandar narkoba juga memanfaatkan ojek online untuk mengirim barang haram tersebut. "Tanpa mereka sadari, ojek online seringkali menjadi sasaran kurir bagi sindikat narkoba," ujarnya.

Baca: Sopir Ojek Online Gagalkan Pengiriman Sabu di Malam Natal

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap seorang artis berinisial SF dan kekasihnya berinisial C, atas kepemilikan sabu. Penangkapan SF bermula dari laporan pengemudi ojek online berinisial H pada Senin 23 Oktober 2017. H memberikan uang Rp 300.000 untuk mengantar paket ke daerah Modern Land, Tangerang yang belakangan berisi sabu.
 
Kepolisian Resort Kota Yogyakarta juga menangkap KH, 24, setelah terbukti membeli ganja. Dia menerima kiriman ganja dari bandar dengan memakai jasa transportasi online pada Senin 24 Oktober 2017.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017