Sekolah Swasta Berbiaya Murah Jadi Tiket Hadapi MEA

Dhaifurrakhman Abas - 14 November 2017 21:38 wib
MEA -- Foto: Antara/ M Risyal Hidayat.
MEA -- Foto: Antara/ M Risyal Hidayat.

Jakarta: Dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan konteks tenaga kerja, generasi muda Indonesia harus siap menerima masuknya pekerja asing ke Tanah Air. Pendidikan adalah pertahanan utama generasi muda dalam era persaingan dan perdagangan bebas.

Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan sekolah swasta berbiaya murah jadi tiket menhadapi MEA. "Keterbukaan kini sudah memasuki berbagai bidang, termasuk bidang tenaga kerja. Untuk menghadapi fenomena ini, sudah sebaiknya generasi muda yang merupakan calon tenaga kerja di masa depan, mempersiapkan diri dengan baik sejak dini." katanya melalui siaran pers di Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

Menurut Hizkia, tidak hanya mereka yang berasal dari keluarga yang tergolong mampu, mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu pun harus mendapatkan kesempatan bersaing menghadapi MEA. Sebab mereka menjadi bagian dari generasi muda Indonesia dan calon tenaga kerja di masa depan. Pemerintah, kata dia, sudah seharusnya memberikan perhatian besar kepada pendidikan di Indonesia. Selain terus memperbaiki kualitas sekolah-sekolah negeri, pemerintah juga harus memberikan perhatian kepada sekolah swasta berbiaya murah.

Hasil riset Center For Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebutkan, 35 persen dari total jumlah sekolah di Indonesia adalah sekolah swasta. Bahkan di sejumlah daerah, sekolah swasta lebih banyak dari sekolah negeri. Di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, terdapat 86 sekolah swasta dan 77 sekolah negeri. Dengan begitu, menurutnya, pemerintah harusnya ikut campur tangan dalam memberikan kebijakan sekolah swasta berbiaya murah, mengingat sekolah swasta cukup mendominasi berdasarkan jumlahnya.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya menerapkan kebijakan yang mendukung tumbuhnya sekolah swasta berbiaya murah. Peningkatan kualitas pengajaran harus dilakukan di semua Lembaga Pendidikan supaya menciptakan generasi muda yang siap bersaing dan punya nilai, salah satunya dengan mengakses pendidikan yang berkualitas, melalui sekolah swasta berbiaya murah." Kata Hizkia.

Dirinya mengatakan, walaupun berbiaya rendah, sekolah-sekolah ini memiliki kualitas yang baik. Sekolah-sekolah swasta berbiaya murah sudah banyak yang mendapatkan akreditasi A dan B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Kualitas sekolah juga ditunjukkan lewat banyaknya prestasi dari kegiatan ekstrakurikuler. Dengan kata lain, para orang tua menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah ini karena anggapan akan kualitasnya.

Sekolah swasta berbiaya rendah adalah kesempatan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk mengakses tiket kesiapan menghadapi MEA. Pemerintah sebaiknya menerapkan kebijakan yang mendukung tumbuhnya sekolah seperti ini.

"Peningkatan kualitas pengajaran harus dilakukan di semua Lembaga Pendidikan supaya menciptakan generasi muda yang siap bersaing dan punya nilai,” jelas Hizkia.

 


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEA 2015
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017