Survei: Pembaca Sastra Indonesia Hanya 6,2%

Achmad Zulfikar Fazli - 11 Januari 2018 12:54 wib
Ilustrasi: Membaca. Foto: Antara/Asep Fathulrahman.
Ilustrasi: Membaca. Foto: Antara/Asep Fathulrahman.

Jakarta: Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tingkat pembaca sastra di Indonesia. Hasilnya, jumlah pembaca sastra di Indonesia hanya 6,2 persen.

"Bahkan, hanya 46,8 persen dari yang membaca itu yang ingat judul buku dan nama pengarangnya," kata pendiri LSI Denny JA, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Januari 2018.

Denny mengatakan pembaca sastra cenderung lebih bisa berempati kepada publik luas. Pembaca sastra juga lebih cenderung berderma.

Data menunjukkan pembaca sastra cenderung lebih ingin terlibat dalam kegiatan sosial dibanding yang tak membaca sastra atau 65,7 persen berbanding 48,5 persen. Pembaca sastra lebih cenderung ingin berderma untuk lingkungannya atau 86,5 persen berbanding 67,7 persen.

Temuan LSI ini sejalan dengan riset yang dilakukan banyak lembaga internasional. Salah satunya New School of New York City pada 2013. Pembaca sastra dianggap cenderung lebih berempati, merasakan pikiran dan perasaan orang lain.

Menurut dia, tingkat pendidikan sangat menentukan pernah atau tidak membaca sastra. Variabel lain adalah tingkat pendapatan. Masyarakat yang penghasilannya di atas Rp2 juta per bulan sebesar 8,2 persen membaca sastra. 

Masyarakat yang penghasilannya di atas Rp1 juta per bulan sebesar 7 persen membaca sastra. Sementara itu, masyarakat yang penghasilannya hanya di bawah Rp1 juta per bulan hanya 3,3 persen yang membaca sastra.

"Lebih besar penghasilan seseorang, cenderung ia lebih leluasa untuk membaca sastra," ucap dia.

Ia menyarankan kurikulum sekolah sebaiknya lebih banyak mendorong siswa membaca sastra. Ia yakin minat membaca sastra akan meningkat jika diajarkan sejak usia dini.

Baca: Budaya Mendongeng yang Tergerus Zaman

"Saatnya dibangkitkan gerakan literasi nasional. Dalam gerakan itu, murid diberi semangat dan tugas untuk membaca sastra," kata dia

Survei LSI ini dilakukan kepada 1.200 responden dengan populasi publik di atas 17 tahun. Mereka yang dipilih berdasarkan metode multi stage random sampling. Eksplorasi responden melalui wawancara tatap muka.

Survei dikerjakan di 34 provinsi, dari Aceh hingga Papua, dari Sabang hingga Marauke, pada Desember 2017. Margin of error riset ini sebesar sekitar 2,8 persen.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SASTRA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018