DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kisah Heroik PMI di Singapura Selamatkan Balita dari Kebakaran

Gervin Nathaniel Purba - 15 April 2018 23:03 wib
Atase Ketenagakerjaan Indonesia di Singapura, Agus Ramdhany memantau kondisi kesehatan Enty Sadiyah (Foto:Dok.Kemenaker)
Atase Ketenagakerjaan Indonesia di Singapura, Agus Ramdhany memantau kondisi kesehatan Enty Sadiyah (Foto:Dok.Kemenaker)

Singapura: Tindakan terpuji dilakukan Enti Sadiyah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cirebon, Jawa Barat, yang bekerja di Singapura. Ia melindungi dan menyelamatkan anak majikan dari musibah kebakaran di kapal pesiar (yacht) dengan mempertaruhkan nyawanya.

Atase Ketenagakerjaan Indonesia di Singapura, Agus Ramdhany, menceritakan kisah heroik Enti saat terbakarnya kapal pesiar yang terjadi pada Kamis, 22 Maret 2018 di Sentosa Cove, Singapura.

"Berdasarkan laporan sementara, musibah kebakaran di kapal pesiar itu terjadi  secara tiba-tiba. Kobaran api dengan cepat membakar bagian kapal yang menjadi tempat para penumpang kapal," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 April 2018.

Agus menjelaskan saat kejadian itu,  secara spontan Enti langsung menggunakan badannya untuk melindungi anak majikan berusia tiga tahun dari kobaran api yang membesar dan mengepung lokasi kejadian.

"Dengan aksi yang begitu berani dan heroik, Enti kemudian berlari untuk mencari jalan keluar dengan menerobos kobaran api sambil  mendekap erat anak majikannya," ujar Agus.

Setelah berhasil menyelamatkan sang anak, Enti kemudian menyerahkan anak tersebut kepada ibunya yang berada pada posisi aman di dek paling atas kapal pesiar tersebut.

"Meskipun dalam keadaan terkena luka bakar cukup parah, Enti  terus berjuang dan berlari keluar kapal dan berteriak mencari pertolongan dari petugas yang berada di sekitar tempat kejadian," ujarnya.

Selain Enti, seorang pekerja migran dari Filipina di kapal yang sama juga menyelamatkan anak majikan yang baru berusia sembilan bulan.

Diinformasikan Agus, musibah kebakaran tersebut mengakibatkan beberapa kru kapal dan majikan laki-laki mengalami luka bakar, termasuk anak dan balita yang berhasil diselamatkan Enti dan PMI dari Filipina.

Akibat kejadian itu, Enti yang baru bekerja enam bulan di Singapura menderita luka bakar cukup parah, mencapai 50 persen.

"Hampir sekujur tubuhnya menderita luka bakar. Yang agak parah adalah wajah, seluruh bagian lengan, dan kaki. Namun saat ini kondisinya terus membaik dan bisa berkomunikasi dengan lancar," papar Agus.

"Alhamdulillah, saat ini kondisi Enti stabil dan berangsur pulih. Perawatan intensif terus dilakukan oleh para dokter dan petugas media di SGH," kata Agus menambahkan.

Pihak majikan telah menyampaikan akan bertanggung jawab penuh dan menjamin  pengobatan bagi Enti dan pekerja dari Filipina sampai sembuh.

"Majikannya sangat mengapresiasi perjuangan Enti yang telah menyelamatkan anak-anaknya, serta  menyatakan akan bertanggung jawab hingga sembuh dan akan menerima dia bekerja kembali," tutur Agus.

Pemerintah Indonesia juga memberikan apresiasi atas perjuangan  Enti yang berani berkorban untuk menyelamatkan keluarga majikan. "Pemerintah juga akan terus menjaga, mengawasi, dan mengawal  Enti sampai sembuh dan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas," ucap Agus.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENAKER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018