Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Hari Kemenangan Momentum Tatap Skenario Indonesia 2030

Intan Yunelia - 14 Juni 2018 16:19 wib
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Beasiswa Habibie (IABIE), Bimo Sasongko, ANT/Aprilio Akbar.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Beasiswa Habibie (IABIE), Bimo Sasongko, ANT/Aprilio Akbar.

Jakarta: Hari raya Idulfitri merupakan momentum merayakan kemenangan bagi seluruh umat muslim di dunia. Pun di Tanah Air, nilai-nilai dalam perayaan Idulfitri juga harus diimplementasikan dalam bentuk optimisme untuk menjadi negara maju berpendapatan tinggi pada 2030.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Beasiswa Habibie (IABIE), Bimo Sasongko menjelaskan visi Indonesia 2030 bukan susuatu yang mustahil dicapai. Beberapa lembaga dunia telah membuat skenario Indonesia di tahun 2030 diprediksi sejajar dengan negara-negara maju.

Pendapatan per kapita penduduknya meningkat. Dari angka USD 3500 saat ini menjadi USD 15.000 di tahun 2030. Menurut Bimo, hal ini bisa tercapai jika setiap individu di Indonesia yang mayoritas muslim dapat menerapkan nilai-nilai yang banyak diimplementasikan sepanjang puasa Ramadan, di antaranya disipilin dan etos kerja. 

"Kaum muslimin sepanjang Ramadan mampu menjaga, konsisten dan kemudian bisa mengembangkan makna kemenangan Idul Fitri dari tahun ke tahun tanpa henti. Setiap individu harus selalu ditingkatkan dengan disiplin yang tinggi, pikiran yang cemerlang dan etos kerja yang hebat," kata Bimo di Jakarta, Kamis 14 Juni 2018.

Momentum Ramadan dan Idulfitri setiap tahun, menggembleng setiap muslim agar meraih kemenangan dengan terlahir kembali kepada fitrah kemanusiaan yang suci dan kuat. Dimulai dari silaturahmi  kebangsaan untuk merawat Mahatma (jiwa besar).

"Persatuan Indonesia yang telah digariskan para pendiri bangsa. Dengan silaturahmi, dimulaikan babak baru hubungan personal maupun sosial yang lebih baik," sebut Bimo.

Nilai-nilai silaturahmudi di perayaan Idulfitri selaras dengan esensi yang terkandung dalam dasar negara kita, Pancasila.  Silaturahmi melahirkan solidaritas kuat, seluruh masyarakat harus bersatu demi kejayaan bangsa.  Sebab menurut Bimo, soliditas dan persatuan antar bangsalah yang bisa mewujudkan visi Indonesia di 2030.

Baca: SDM Berkualitas Syarat Tercapainya Visi Indonesia 2030

"Kemajuan bangsa bisa terwujud dengan mentalitas kerja keras dan terus menerus berpikir cerdas. Semua itu demi berhasilnya skenario Indonesia 2030," jelasnya.

Bimo mengakui visi ini tidaklah mudah. Perlu kerja keras, dan terus berinovasi sembari terus melakukan tinjauan perekonomian Indonesia 2030. Estimasi baru ekonomi Indonesia 2030 memang sangat sulit dan berat.

"Berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan jiwa gotong royong segenap komponen bangsa, kita harus yakin bahwa Skenario Indonesia 2030 bisa terwujud," pungkasnya.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RAMADAN 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018