DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Potensi Game Online untuk Komunikasi Teroris Patut Diwaspadai

Marcheilla Ariesta - 12 Juli 2018 12:59 wib
Ilustrasi oleh Medcom
Ilustrasi oleh Medcom

Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendeteksi potensi penggunaan game online sebagai sarana komunikasi teroris. Dugaan tersebut disampaikan lantaran kasus serangan di Prancis pada 2015.
 
"Mereka (teroris) mencoba memakai aplikasi game online untuk berkomunikasi. Ada potensi kita melihat pada waktu itu digunakan dalam serangan di Prancis menggunakan Play Station 4," ucap juru bicara BSSN Anton Setiyawan, di Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
 
Dia mengatakan, perkembangan game online yang pesat saat ini berpotensi lebih besar untuk penggunaannya. Anton menambahkan, penggunaan game online sebagai sarana komunikasi menjadi tantangan cukup besar bagi BSSN.
 
Hal ini dikarenakan semua yang bermain game online melakukan serangan. "Kalau mereka lewat pesan kan kita bisa tahu akan melakukan penyerangan, tapi kalau mereka menggunakan game dan mengatakan serang di titik koordinat ini, sebenarnya ini cukup menyulitkan, karena bisa saja mereka tengah bermain," imbuhnya.
 
Menurut Anton, pihaknya tidak bisa asal memblok penggunaan game online tersebut, pasalnya dapat menimbulkan penolakan dari masyarakat. Meski demikian, dia mencoba bekerja sama dengan teman-teman di bidang riset untuk melakukan deteksi.
 
"Bukan cuma di game online saja, tetapi aplikasi-aplikasi di kehidupan kita yang memungkinkan untuk dijadikan komunikasi," tukas Anton.
 
Saat ini, BSSN sudah bekerja sama bilateral dengan badan siber Malaysia dan Singapura, tingkat Asia Pasifik, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan dunia. Kerja sama ini dilakukan untuk pertukaran informasi.
 
Anton tidak secara detil menyampaikan game online seperti apa yang dapat digunakan untuk berkomunikasi. Namun, dia mengungkapkan jika hal tersebut digunakan, efeknya sangat luar biasa.
 
"Sebetulnya lebih kepada kita semua untuk mulai berpikir bahwa kemajuan teknologi harus diperhatikan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pengambil keputusan," pungkas dia.
 
Dia mengungkapkan salah satu cara untuk menghindari efek buruk terjadi, dengan bijak menggunakan teknologi dan sosial media.


(FJR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-09-2018