Polri Sebut KKB Masih Ogah Diajak Komunikasi

Arga sumantri - 14 November 2017 14:27 wib
Ilustrasi: Aktivitas pendulangan emas di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat 7 Oktober 2011. Foto: Antara/Husyen Abdillah
Ilustrasi: Aktivitas pendulangan emas di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat 7 Oktober 2011. Foto: Antara/Husyen Abdillah

Jakarta: Polri menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih menutup akses di Distrik Tembagapura, Papua. Upaya menjalin komunikasi untuk mengakhiri penyanderaan juga masih ditolak.

Kadiv Humas Irjen Setyo Wasisto mengatakan pihaknya sudah berupaya memberikan alat komunikasi kepada KKB, tapi tidak direspon. "Berupa radio komunikasi," kata Setyo di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 14 November 2017.

Setyo mengatakan kepolisian meminta KKB segera membuka akses dalam bentuk apa pun. Kendati, Setyo menyebut Polri belum menetapkan tenggat waktu melakukan langkah berikutnya.

"Karena dalam negosiasi itu tidak boleh ada batasan waktu, kita tetap mengharapkan penyelesaian sesegera mungkin," ujarnya.

Setyo mengatakan kepolisian masih ingin menyelesaikan kasus penyanderaan di Distrik Tembagapura secara persuasif. Polri juga belum berencana menambah jumlah personel.

"Bukan tidak mampu, tapi akan timbul korban. Kalau memaksakan akan timbul korban," ujarnya.

Sekitar 1.300 orang warga Papua dan pendatang disandera KKB sejak sepekan silam. Mereka yang disandera bermukim di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura, Papua.

Hingga kini, kawasan yang menjadi lokasi penyanderaan sudah dijaga ratusan personel Satuan Tugas Terpadu yang terdiri dari anggota TNI dan Polri. Korps Bhayangkara masih berupaya melakukan negoisasi dengan KKB terkait kasus ini.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYANDERAAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017