DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.036.079.020 (15 AGUSTUS 2018)

Jokowi Minta Masukkan Pemerhati Lingkungan Terkait Sungai Citarum

Achmad Zulfikar Fazli - 17 Januari 2018 00:23 wib
Presiden Jokowi saat rapat terbatas mengenai Sungai Citarum di Balitbang Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bandung, Jawa Barat. Foto: MTVN/FIkar
Presiden Jokowi saat rapat terbatas mengenai Sungai Citarum di Balitbang Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bandung, Jawa Barat. Foto: MTVN/FIkar

Bandung: Presiden Joko Widodo bertemu dengan para masyarakat pemerhati lingkungan di Jawa Barat. Pertemuan ini dilakukan untuk meminta masukan dan saran dalam menata Sungai Citarum.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Citarum memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Pasundan. Sungai tersebut memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Telah 14 kali kami melakukan rapat mengenai Citarum ini dan pada malam hari ini kami mohon masukan, saran-saran dari Bapak dan Ibu sekalian," ujar Jokowi di Bandung, Selasa, 16 Januari 2018.

Baca juga: Presiden Minta Tindak Pabrik yang Buang Limbah ke Citarum

Ia mengatakan, Citarum merupakan sumber air bagi sekitar 27,5 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta. Selain itu, lanjut dia, 80 persen air minum penduduk Jakarta kurang lebih berasal dari Citarum.

Namun, Presiden mengaku prihatin kurang lebih 3.000 industri membuang limbahnya ke Sungai Citarum. Bahkan, untuk menyelesaikan permasalahan limbah ini tak cukup hanya dengan pengerukan. 

Baca juga: Presiden Minta Penataan Sungai Citarum Segera Dijalankan

Menurut dia, harus ada penataan dari hulu hingga hilir sungai agar masalah pencemaran limbah ini bisa diatasi. Ia menyebut saat ini sudah banyak yang tertarik untuk membantu penataan Citarum, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga pihak swasta.

"Kami buat timeline Citarum aksi selama 2018 dan perkiraan kami memang kalau dikerjakan secara cepat dan terus menerus kurang lebih tujuh tahun baru selesai. Memang memakan waktu sangat panjang tapi apapun harus kita kerjakan," tutup Presiden.


(CIT)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 16-08-2018