Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP2.681.945.402 (22 JULI 2018)

Penjual Surat Sakit Palsu di Medsos Ditangkap

Lukman Diah Sari - 12 Januari 2018 18:27 wib
Ilustrasi--Antara/M Agung Rajasa
Ilustrasi--Antara/M Agung Rajasa

‎Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri menangkap tiga pembuat dan penjual surat sakit palsu di media sosial. Mereka berinisial MKM, NDY, dan MJS. 

Menurut Kasubdit Ditsiber Bareskrim Polri Kombes Asep, para pelaku bukan lagi pemain baru. Salah seorang pelaku telah menggeluti profesi ini sejak 2012. 

"Memang mereka sudah melakukan kegiatan ini sejak 2012 untuk MKM dan 2016 untuk MJS," kata Asep di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Januari 2018. 

Asep menjelaskan, pengusutan kasus ini bermula dari informasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Mereka menemukan banyak beredar surat sakit palsu yang dijual melalui akun media sosial Instagram, Twitter, dan Facebook. 

"Kemudian kita melakukan penyidikan, awal Januari kita sudah mendapat informasi bahwa betul apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan," jelasnya. 

Polisi terlebih dahulu menangkap MJS yang menjual surat sakit palsu melalui akun Instagram, suratsakit.jkt. Setelah itu, polisi mendalaminya dan mendapatkan pelaku lainnya yakni MKM dan NDY. 

"MKM itu juga pernah menjual surat sakit melalui akun media sosial suratsakit.blogspot.com. Mereka sekaligus memproduksi surat itu. Kemudian NDY menjadi marketing," beber dia. 

Untuk memuluskan pekerjaanya itu, kata dia, pelaku sering mencatut nama dokter dalam surat sakit yang dibuatnya. Mereka mengambil nama itu dari berbagai plang dokter yang dijumpainya di kawasan Bogor.

"Dia jual seharga Rp25 ribu sampai Rp50 ribu. Sehari itu bisa sampai 50 pemesan. Itu artinya bisa sampai satu juta perhari," kata dia.

Ketiga pelaku terancam dikenakan Pasal 28 Ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 29 Ayat 1, Pasal 73 Ayat 1 jo Pasal 77 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 

Mereka terancaman hukuman lima tahun penjara. Para pelaku pun kini sudah ditahan.


(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENIPUAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018