DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Aksi KKB Mencederai Upaya Pemerintah Membangun Papua

- 07 Desember 2018 11:20 wib
Seniman sekaligus putra Papua Edo Kondologit. (Foto: Metro Tv)
Seniman sekaligus putra Papua Edo Kondologit. (Foto: Metro Tv)

Jakarta: Seniman sekaligus putra Papua Edo Kondologit menyebut pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) mencederai perjuangan pemerintah dalam membangun Papua. Peristiwa tersebut sangat mengganggu.

"Dengan peritiwa ini kesannya kita enggak suka sama Jokowi, padahal kenyataannya tidak begitu. Banyak hal positif yang dilakukan Jokowi dan orang Papua sangat mengapresiasi, menghargai usaha beliau," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Jumat, 7 Desember 2018.

Edo mengungkapkan tak bisa dimungkiri Papua memiliki masa lalu menjadi wilayah yang sekian lama tertinggal dan kurang diperhatikan. Operasi militer menuntut kemerdekaan juga turut berkontribusi membuat trauma warganya dan membangun kesan 'alergi' terhadap pemerintah. 

Namun, tidak dengan hari ini. Edo mengatakan Papua hari ini jauh lebih baik dibandingkan dengan masa-masa sebelum pemerintahan Jokowi. Bagi Edo, Jokowi sebagai pimpinan bangsa melakukan pendekatan luar biasa dan sangat mengena di benak warga Papua. 

"Sangat humanis dengan pendekatan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.

Edo ingat betul, sebelum pemerintahan Jokowi, rupiah seakan tak berharga di tanah Papua. Betapa tidak, harga bahan bakar minyak dibiarkan sedemikian mahal hingga ratusan ribu per liternya.

Rakyat Papua, kata Edo, memang terbiasa membeli BBM dengan harga Rp60 ribu sampai Rp150 ribu per liter. Namun, di bawah Jokowi, masyarakat mampu membeli BBM yang harganya tak jauh berbeda dengan di pulau Jawa. 

"Ini kan luar biasa," kata dia.

Menurut Edo, proyek pembangunan infrastruktur Trans Papua juga bertujuan untuk menekan harga kebutuhan masyarakat. Dia mencontohkan harga semen yang didatangkan dari Jawa bisa mencapai Rp550 ribu per sak ketika tiba di Jayapura atau Wamena.

Di wilayah yang topografinya berbukit dan terjal seperti Kabupaten Nduga, harga bisa naik berkali-kali lipat mencapai jutaan rupiah per sak. "Artinya transportasi ini memberikan akses supaya kapal dari Surabaya sampai ke Asmat yang kemudian diangkut menggunakan truk. Harganya pasti akan jauh lebih murah."

Ia menambahkan capaian Jokowi untuk Papua selama ini jangan berhenti hanya karena ulah para kelompok kriminal. Edo meminta aparat harus tetap bertindak tegas untuk mengejar, menangkap, dan mengadili mereka sesuai hukum yang berlaku.

"Saya yakin semua orang Papua menghormati Jokowi. Peristiwa hari ini sangat mencederai apa yang telah dilakukan oleh beliau," kata dia.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELOMPOK BERSENJATA DI PAPUA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 18-12-2018