DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

DPD Inisiasi RUU Wujudkan Kesejahteraan Daerah Kepulauan

Gervin Nathaniel Purba - 27 Februari 2018 17:55 wib
Wakil Ketua DPD Nono Sampono. Foto: Medcom.id/ Gervin Nathaniel Purba
Wakil Ketua DPD Nono Sampono. Foto: Medcom.id/ Gervin Nathaniel Purba

Jakarta: Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menginisiasi sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menunjang pembangunan daerah kepulauan dalam menopang perekonomian bangsa.

RUU tersebut di antaranya RUU Wawasan Nusantara, RUU Daerah Kepulauan, dan RUU Ekonomi Kreatif. 

Wakil Ketua DPD Nono Sampono menilai RUU Daerah Kepulauan sejalan dengan Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun dari daerah pinggiran. Indonesia terdiri ribuan pulau. Sedangkan tingkat kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau terluar masih memprihatinkan.

Hal ini dapat terlihat dari pembangunan infrastruktur yang belum memadai, tingginya angka kemiskinan, pendidikan yang rendah, masalah dalam pemenuhan kebutuhan dasar, dan tidak memadainya anggaran daerah.

Oleh sebab itu, RUU Daerah Kepulauan dirancang untuk menghadirkan negara guna mewujudkan kesejahteraan daerah kepulauan. Tujuannya, daerah kepulauan diharapkan bisa bersaing menghadapi tantangan ke depan.

"Jika bisa diundangkan, kita akan mampu menghadapi tantangan global. Misalnya, untuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebenarnya kita belum siap karena daerah tertinggal kita belum siap," ujar Nono, dalam diskusi bertema Penguatan Konstitusional Masyarakat Pinggiran Indonesia, di kantor Media Group, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.


Suasana FGD Penguatan Konstitusional Masyarakat Pinggiran Indonesia. Foto: Medcom.id/ Gervin Nathaniel Purba 

Terkait RUU Ekonomi Kreatif, kata Nono, konsepnya ingin memberikan payung hukum kepada pelaku ekonomi kreatif. Hingga saat ini pelaku industri ekonomi kreatif masih kesulitan untuk bergerak lantaran tidak adanya kepastian regulasi yang mengatur ekonomi kreatif.

Padahal ekonomi kreatif diprediksi menjadi penopang roda perekonomian Indonesia kedepannya. Sedangkan RUU Wawasan Nusantara dirancang untuk mengingatkan masyarakat Indonesia mengenai nilai-nilai strategis bangsa dan ideologi bangsa. 

"RUU Wawasan Nusantara melihat diri kita sendiri dan akan perkembangan strategis kesadaran kondisi strategis saat ini," kata Nono.

Senator dari Maluku ini menjelaskan bahwa ketiga RUU itu memiliki tujuan untuk membangkitkan negara agar mampu beradaptasi menghadapi tantangan global dan menyelamatkan negara dalam proses sejarah. Suatu negara bisa kuat jika seluruh daerahnya juga kuat dan berdaulat.

Ketiga RUU tersebut tengah dibahas oleh DPR. Ia berharap ketiganya dapat segera disahkan menjadi UU. "Menjadi catatan kita, agar tiga UU ini bisa diselesaikan dalam periode ini," ungkapnya.

Harapan ini juga diungkapkan oleh Ketua Komite III DPD, Fahira Idris, khususnya soal RUU Ekonomi Kreatif. Menurutnya ekonomi kreatif sebagai masa depan Indonesia belum terlalu diberikan perhatian yang serius.

Dukungan untuk RUU Kepulauan Daerah

Beberapa peserta diskusi mendukung konsep RUU Daerah Kepulauan yang dijelaskan oleh Nono Sampono, salah satunya Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basurin. Ia berharap langkah ini bisa menjadi angin segar bagi kelanjutan nasib dan pembangunan di daerah kepulauan.

Nurdin meyakini daerah kepulauan, termasuk Kepri, memiliki kemampuan jika didukung pemerintah pusat. Ia berharap RUU Daerah Kepulauan ini bisa membuka jalan pembangunan masyarakat di daerah kepulauan menjadi lebih baik. 

"Alhamdulillah, pemerintah dengan Nawacita mau menjadikan Indonesia poros maritim dunia. Mungkin aplikasinya harus kita dorong sama-sama," ucap Nurdin.

Di satu sisi, anggota Komisi XI DPR Achmad Hatari mengingatkan agar pembahasan pada forum ini tidak sebatas cita-cita, dan bukan hanya retorika. "DPD sebagai penginisiasi harus cepat geser ke DPR untuk menjadi prolegnas," ujarnya.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPD
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018