DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.914.488.519 (18 AGUSTUS 2018)

Tanah Labil Membahayakan Upaya Pencarian Korban Gempa

Whisnu Mardiansyah - 10 Agustus 2018 18:41 wib
Tim gabungan berupaya mengevakuasi warga yang tertimbun longsor di Lombok, Jumat 10 Agustus 2018, setelah gempa mengguncang, Medcom.id - Whisnu
Tim gabungan berupaya mengevakuasi warga yang tertimbun longsor di Lombok, Jumat 10 Agustus 2018, setelah gempa mengguncang, Medcom.id - Whisnu

Lombok: Tim gabungan kesulitan mengevakuasi empat warga yang diduga tertimbun longsor di Dusun Dompu Indah, Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Longsor terjadi setelah gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang wilayah Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen Bambang Suryo mengatakan, semula, upaya pencarian menggunakan alat tradisional. Kemudian, mereka mengupayakan pencarian dengan alat berat.

"Tapi ternyata sulit diakses. Sebab ekskavator menimbulkan getaran dan berpotensi membahayakan tebing yang cukup suram," kata Bambang di Lombok, Jumat, 10 Agustus 2018.

Longsor susulan dapat membahayakan petugas yang tengah mencari korban. Kondisi tanah masih labil terhadap getaran. Apalagi gempa susulan masih sering terjadi. 

"Ada getaran eskalator itu tersendiri. apabila ada bencana akan membahayakan tebingnya yang cukup curam," ucapnya. 

Untuk mensiasati proses evakuasi, Basarnas menggunakan alat alcon penyedot air. Alat ini menyemprotkan air dengan tekanan tinggi yang mengikis longsoran tanah. 
 
"Sedikit-sedikit sehingga tanahnya akan terlihat turun kebawah dan korban. diantara tumpukan bisa terlihat," jelas Bambang. 

Tim Sar dari Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berupaya mengevakuasi 4 warga Dusun Dompu Indah, Desa Selengan Kecamatan Kayangan Lombok Utara. 4 Warga itu diduga masih tertimbun longsor saat gempa 7,0 skala richter mengguncang Minggu 5 Juli lalu. 

Direktur Operasi Basarnas Brigjen Bambang Suryo di lokasi mengatakan diduga korban yang masih tertimbun sebanyak 4 orang. Berjenis kelamin 3 laki-laki dan 1 perempuan. 3 diantaranya masih satu keluarga. 

"Selasa kita dapat laporan, tadi keterima asistensi dan cek kesini langsung ketemu istrinya. Suami dan dua anaknya laki dan perempuan tertimbun. Dan satu orang tua laki-laki," kata Bambang kepada medcom.id di lokasi Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat 10 Agustus 2018. 


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA LOMBOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-08-2018