DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kesenjangan antara Inovasi dan Industri Harus Dikikis

Husen Miftahudin - 10 Agustus 2018 13:42 wib
Menristekdikti, Mohamad Nasir saat membuka Hakteknas 2018, di Pekanbaru Riau, Medcom.id/Husen Miftahudin.
Menristekdikti, Mohamad Nasir saat membuka Hakteknas 2018, di Pekanbaru Riau, Medcom.id/Husen Miftahudin.

Pekanbaru: Peringatan puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) menjadi ajang bagi pemerintah mendorong inovasi yang siap memenuhi kebutuhan industri.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti),  Mohamad Nasir mengatakan, Hakteknas tahun ini mengangkat tema Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi dengan sub tema: Sektor Pangan dan Energi di Era Revolusi Industri 4.0. Dalam gelaran ini, riset diminta menghadirkan inovasi yang mampu mendongkrak semangat pencapaian kedaulatan energi dan pangan.

Menurut Nasir, pengembangan riset dan inovasi yang mampu memenuhi kebutuhan industri saat ini bergantung pada kemampuan sumber daya manusia. Peneliti dan perekayasa dituntut untuk menguasai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

"Untuk menata proses transformasi struktur ekonomi kita ke arah industri berteknologi tinggi hingga mencapai creative innovation, maka kunci utamanya adalah berinovasi," ujar Nasir dalam peringatan puncak Hakteknas 2018 di Kompleks Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Sukajadi, Pekanbaru, Jumat, 10 Agustus 2018.

Ditjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018, sejalan dengan era revolusi industri 4.0.  Sebagaimana negara-negara maju di dunia, sebut Nasir, ekosistem inovasi harus memiliki visi perencanaan yang futuristik.

Ditambah strategi perekayasaan dan riset yang terfokus.  "Oleh karena itu keberadaan Perpres Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) menjadi sangat strategis. RIRN dirancang secara holistik, lintas institusi, lintas ranah, dan berdasarkan fokus riset," tegasnya.

RIRN merupakan pedoman pengembangan riset dan iptek yang menghasilkan inovasi jangka menengah dan panjang. Pedoman tersebut mengintegrasikan program riset setiap kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat/komunitas peneliti.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan penerapan inovasi di wilayahnya telah memberikan dampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau yang mengalami peningkatan.

"Kesejahteraan masyarakat Riau dilihat dari angka IPM pada 2017 mencapai 71,79 persen. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata IPM nasional. Penduduk miskin di Provinsi Riau juga menurun dari 8,82 persen di tahun 2016 menjadi 7,41 persen di tahun 2017," klaim Arsyadjuliandi.

Dia berharap peringatan Hakteknas kali ini menjadi momentum bangkitnya iptek dan penguasaan teknologi sebagai pilar pembangunan bangsa sehingga Indonesia bisa berdaya saing global.

"Melalui peringatan hakteknas, kita berharap bangkitnya momentum pembangunan teknologi untuk menyejajarkan kita dengan negara lain," jelasnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe selaku Ketua Umum Panitia Hakteknas ke-23 menyampaikan, Hakteknas berlangsung semarak karena dihadiri 2.000 komunitas iptek dan inovasi di seluruh Indonesia.

Baca: Habibie: Peneliti Sekarang Harusnya Lebih Hebat dari Saya

Dalam laporannya, Jumain membeberkan Hakteknas menggelar rangkaian acara seperti lomba produk inovasi nasional, bakti inovasi teknologi, anugerah iptek dan inovasi nasional, kegiatan ilmiah bertaraf nasional dan internasional, malam apresiasi hingga pameran produk inovasi dan teknologi (Ritech Expo).

"Dipamerkan juga produk inovasi teknologi terbaru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, lembaga litbang, dan industri, khusus bidang fokus pangan dan energi di Ritech Expo dalam format pameran eye cathcing," tutup Jumain.

Pameran Ritech Expo diikuti oleh kurang lebih 120 institusi yang berasal dari perguruan tinggi, Balitbang daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha/industri dan BUMN, unit utama dan program unggulan Kemenristekdikti, asosiasi dan komunitas, demo produk, workshop/seminar, temu bisnis, serta rangkaian perlombaan.


(CEU)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018