Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Mengenal Vernal Equinox, Fenomena Hari Tanpa Bayangan

- 21 Maret 2018 16:25 wib
Sejumlah wilayah di garis equator atau khatulistiwa mengalami fenomena bayangan tegak lurus (vernal equinox) pada 21 Maret 2018. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)
Sejumlah wilayah di garis equator atau khatulistiwa mengalami fenomena bayangan tegak lurus (vernal equinox) pada 21 Maret 2018. (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)

Jakarta: Sebagai negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, Indonesia berkesempatan mengalami fenomena vernal equinox atau hari tanpa bayangan sebanyak dua kali dalam setahun.

Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Jasyanto Sahoer mengatakan tidak ada yang istimewa dari vernal equinox. Sebab, hampir dapat dipastikan fenomena ini terjadi setiap tahun.

"Tahun ini memang puncaknya terjadi di Kota Pontianak pada 21-23 Maret 2018. Hari tanpa bayangan ini merupakan fenomena yang biasa saja dari pergerakan matahari," ujar Jasyanto melalui sambungan telepon dalam Newsline, Rabu, 21 Maret 2018.

Jasyanto mengungkapkan vernal equinox terjadi saat matahari berada di atas kepala. Benda-benda yang terpapar matahari berada pada posisi tegak lurus tanpa bayangan. 

Hasil pengamatan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, posisi matahari berada tepat di atas garis ekuator pada Selasa, 20 Maret 2018, sekitar pukul 23.15 WIB. Sementara titik puncak atau kulminasi matahari terjadi pada pukul 11.50 WIB hari ini.

Menurut Jasyanto fenomena ini hanya berlangsung beberapa detik saja. Setelah itu matahari akan berotasi seperti biasanya.

"Vernal equinox memberi tanda pergeseran musim. Khusus di Indonesia fenomena ini menandai pergeseran ke musim panas. Tidak ada implikasi khusus yang berdampak terhadap alam dari fenomena ini," kata dia.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FENOMENA ALAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-07-2018