Penyerang Gereja Ingin Pergi ke Suriah

Arga sumantri - 13 Februari 2018 15:58 wib
Sejumlah petugas membersihkan Gereja St Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, pascapenyerangan pria dengan senjata tajam. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko.
Sejumlah petugas membersihkan Gereja St Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, pascapenyerangan pria dengan senjata tajam. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko.

Jakarta: Suliono, penyerang Gereja St Lidwina, Yogyakarta, pernah berupaya membuat paspor agar bisa berangkat ke Suriah. Namun, permohonan itu ditolak Imigrasi.

"Sudah dua atau tiga kali dia apply (paspor). Tapi terkendala dengan dokumen dia," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Februari 2018.

Menurut Setyo, Suliono coba membuat paspor di Kantor Imigrasi Magelang, dan Yogyakarta. Salah satu faktor pengajuan paspor ditolaknya akibat dokumen identitas yang kurang. 

"Kalau tidak salah dia KTP-nya atau apa yang kurang bisa diterima oleh Imigrasi," ujar dia.

Setyo belum bisa memastikan tujuan Suliono berangkat ke Suriah. Namun, informasi sementara kepolisian, warga Banyuwangi, Jawa Timur, berencana berjihad.

Baca: Penyerang Gereja Santa Lidwina Bergerak Sendiri

"Saya dapat info dia memang berupaya jihad, mau ke luar negeri," ungkap Setyo.

Kesimpulan sementara kepolisian, Suliono adalah pelaku teror tunggal, lonewolf. Ia belum terdeteksi berafiliasi dengan kelompok teror tertentu. 

Satu romo dan tiga orang mengalami luka akibat sabetan pedang Suliono. Korban luka dibawa ke rumah sakit Panti Rapih. Korban juga harus menjalani operasi akibat luka di sekujur tubuh.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018