DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

CPNS Diminta Jadi Mata-Mata

Intan Yunelia - 16 April 2018 14:09 wib
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat diwawancara Media Indonesia di kantornya. Foto: MI/Arya Manggala.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat diwawancara Media Indonesia di kantornya. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meminta calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi mata-mata saat mereka diterjunkan langsung ke tempat kerja. Mereka diminta lapor jika menemukan ada praktik pungli dan suap. 

"Saya mengatakan jadilah mata dan telinga saya. Artinya adalah karena kamu diterima dengan bersih, kami punya hak moral untuk menuntut kamu untuk tetap bersih," kata Yasonna di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin 16 April 2018.

Yasonna meminta CPNS berani melaporkan langsung kepadanya bila mendapati pejabat nakal. Yasonna tak segan memecat pejabat terkait jika praktik pungli dan suap masih terjadi. 

"Report to me. Seluruh CPNS terbaru sudah saya kasih nomor ajudan," tegas dua. 

Politikus PDI Perjuangan itu berharap penerimaan besar-besaran CPNS di Kemenkumham dapat membawa angin perubahan di Korps Pengayoman. Apalagi, CPNS baru mencapai 40 persen dari total 44.300 pegawai Kemenkumham.

"Kamu adalah darah segar baru, maka saya hakulyakin Kemenkumham menjadi suatu kementerian yang zona kementeriannya bersih dan mampu mencetak prestasi demi prestasi," ucap dia.

Baca: Menkumham Ingatkan Taruna Pemasyarakatan Rawat Integritas

CPNS pun diminta tak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan negara. Apalagi, mereka adalah putra-putri terpilih yang lolos dari ratusan ribu peserta. 

"You are winners, kamu diterima secara bersih saya punya tuntutan moral menuntut kamu untuk tetap bersih," pungkas dia.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENKUMHAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018